Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:12 WIB

Haid tapi Puasanya Sah, Kok Bisa?

Oleh : - | Selasa, 16 Januari 2018 | 15:00 WIB
Haid tapi Puasanya Sah, Kok Bisa?
(Foto: Ilustrasi)

ADA pertanyaan yang diajukan pada Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak hafizahullah,

"Aku pernah tertidur pada suatu hari di bulan Ramadhan sebelum Ashar. Dan aku barulah bangun ketika azan Isya. Saat Isya itu aku dapati dalam keadaan haidh. Apakah puasaku sah?"

Jawaban yang diberikan oleh Syaikh Abdurrahman,

"Alhamdulillah, puasamu tetap sah. Karena kita tidak bisa pastikan haidh itu datang sebelum Maghrib. Keadaan sebelum matahari tenggelam apakah keluar darah haidh ataukah tidak adalah keadaan yang meragukan. Hukum asalnya, waktu sebelum tenggelam matahari tadi masih dalam keadaan suci. Hal ini sama halnya seperti seseorang yang shalat Shubuh kemudian tidur. Lalu ia dapati bekas junub saat bangun yaitu mendapati mani. Yang yakin, mani tersebut keluar setelah shalat Shubuh. Dalam kondisi ini, tidak wajib baginya mengulangi shalat Shubuh. Wallahu alam."

Fatwa Syaikh Al-Barrak tanggal, 24/9/1434 diambil dari status telegram beliau hafizahullah.

Kaidah yang penting dipelajari untuk memahami hal di atas yakni keraguan tidak bisa mengalahkan rasa yakin. [rumaysho]

Komentar

Embed Widget

x