Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 Februari 2018 | 02:55 WIB
 

Sedekah Sebutir Kurma Dibalas Gunung, Asalkan...

Oleh : - | Kamis, 11 Januari 2018 | 12:00 WIB
Sedekah Sebutir Kurma Dibalas Gunung, Asalkan...
(Foto: Ilustrasi)

INILAH keutamaan sedekah dari usaha yang halal. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa yang bersedekah dengan sesuatu yang senilai dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, sedangkan Allah tidaklah menerima kecuali yang thayyib (yang baik), maka Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan-Nya kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang di antara kalian membesarkan kuda kecilnya hingga sedekah tersebut menjadi besar seperti gunung." (HR. Bukhari, no. 1410 dan Muslim, no. 1014)

Dalam riwayat lain disebutkan, "Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu" (HR. Muslim no. 1014).

Di sini disebutkan bersedekah dengan "adli tamroh" yaitu semisal satu kurma atau senilai dengan sebutir kurma. Disebutkan pula "tsumma yurobbiha" yaitu membuatnya menjadi besar sampai berat dalam timbangan. Al-faluwwu dalam hadits yang dimaksud adalah anak kuda yang lepas dari induknya. Sedekah itu menjadi besar seperti gunung, maksudnya beratnya seperti gunung. Penyebutan tersebut punya maksud permisalan saja untuk menambah pemahaman.

Ringkasnya hadits di atas punya maksud tentang pahala sedekah walau dengan sebutir kurma akan dibalas dengan ganjaran seberat gunung. Namun ingat sedekah ini bisa berlipat pahalanya asalkan diambil dari usaha yang halal, bukan dari penghasilan yang haram.

Wallahu waliyyut taufiq, moga Allah beri taufik. [Referensi: Al-Ajru Al-Kabir ala Al-Amal Al-Yasir. Cetakan pertama, Tahun 1415 H. Muhammad Khair Ramdhan Yusuf. Penerbit Dar Ibnu Hazm. hlm. 53/rumaysho]

Komentar

 
Embed Widget

x