Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 02:16 WIB
 

Doa Istimewa untuk Berjimak

Oleh : - | Kamis, 4 Januari 2018 | 14:00 WIB
Doa Istimewa untuk Berjimak
(Foto: Ilustrasi)

ADAB yang ke-7 adalah berdoa sebelum melakukan ML. Ada pun doanya adalah meminta perlindungan Allah sebelum Jima.

Berdoa sangat penting sebelum melakukan jima terutama adalah doa memohon perlindungan kepada Allah terhadap gangguan setan dalam pelaksanaan jima. Berdoa dimulai dengan mengucapkan: " Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona wa jannabisyaithona maa rojaktanaa"


Artinya : Dengan nama Allh. Ya Allh, hindarkanlah kami dari setan dan jagalah apa yang engkau rezekikan kepada kami dari setan. Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: "Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami". Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. (Shahih Muslim No.2591)

"Dari Ibnu Abbas r.a. ia menyampaikan apa yang diterima dari Nabi SAW. Beliau bersabda, "Andaikata seseorang diantara kamu semua mendatangi (menggauli) isterinya, ucapkanlah, "Bismi Allhi, Allhumma Jannibn Syaithn wajannibi al-syaithn m razaqtan."(Dengan nama Allh. Ya Allh, hindarilah kami dari setan dan jagalah apa yang engkau rezekikan kepada kami dari setan." Maka apabila ditakdirkan bahwa mereka berdua akan mempunyai anak, setan tidak akan pernah bisa membahayakannya." (HR. Bukhri Kitab Wudhuk Hadist 141).

B. Adab saat jima

1. Jima dalam ruang tertutup tidak ditempat terbuka
Jima adalah hubungan yang sangat pribadi sehingga jika dilakukan ditempat terbuka (atap langit) dengan tekhnologi lensa terkini dapat saja hubungan itu terlihat atau direkam oleh karena Jima ditempat tertutup lebih baik.

2. Melakukan cumbu rayu saat jima dan bersikap romantis
Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti ucapan romantis, ciuman dan cumbu rayu dan tidak mengajarkan langsung hajar tanpa pendahuluan . Hal ini sesuai dengan: Sabda Rasul Allh SAW: "Siapa pun diantara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perentaraan. Selanjutnya, ada yang bertanya: Apakah perantaraan itu ? Rasul Allh SAW bersabda, "yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis".(HR. Bukhriy dan Muslim).
Rasulullah Shollallohu Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu." (HR. At-Tirmidzi).

Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, "Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? yang dapat saling mengigit bibir denganmu." HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087) []

Komentar

 
Embed Widget

x