Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 00:41 WIB
 

Kirim Pahala Sedekah pada Ahli Maksiat, Sampaikah?

Oleh : - | Selasa, 2 Januari 2018 | 15:00 WIB
Kirim Pahala Sedekah pada Ahli Maksiat, Sampaikah?
(Foto: ilustrasi)

APAKAH jika ada yang kirim pahala sedekah untuk ahli maksiat yang telah tiada jadi bermanfaat? Padahal kita tahu bersama bahwa sedekah untuk orang yang telah meninggal dunia itu manfaat. Perhatikan dua hadits berikut menunjukkan bahwa sedekah untuk orang yang meninggal dunia itu manfaat.

Hadits pertama: Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Iya." (HR. Bukhari, no. 1388; Muslim, no. 1004)

Hadits kedua: Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma, "Sesungguhnya ibu dari Saad bin Ubadah radhiyallahu anhu meninggal dunia, sedangkan Saad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Saad mengatakan, Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya? Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Iya, bermanfaat. Kemudian Saad mengatakan pada beliau shallallahu alaihi wa sallam, Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya." (HR. Bukhari, no. 2762)

Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan, "Para ulama sepakat bahwa sedekah pada mayit itu sampai." (Majmu Al-Fatawa, 24: 308) Adapun jika sedekah tadi ditujukan pada ahli maksiat, apakah bermanfaat? Jawabannya bermanfaat. Dalilnya sebagai berikut.

Dari Al-Ash bin Wail bernazar di Jahiliyah bahwa ia akan menyembelih 100 ekor unta. Lalu Hisyam bin Al-Ash menyembelih bagiannya 50 ekor. Lantas Amr bertanya pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang hal tersebut. Rasul shallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Adapun bapakmu, jika ia benar-benar mentauhidkan Allah, lantas engkau pun puasa dan engkau bersedekah atas nama dirinya, maka itu bermanfaat untuknya." (HR. Ahmad, 2: 181. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Semoga Allah menjadikan artikel ini sebagai ilmu yang bermanfaat. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x