Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 16:51 WIB
 

Ayat Bantahan terhadap Yahudi Soal Hukum Makanan

Oleh : - | Selasa, 21 November 2017 | 07:00 WIB
Ayat Bantahan terhadap Yahudi Soal Hukum Makanan
(Foto: ilustrasi)

ISRAIL (Yaqub) dan Bani Israil dahulu masih diperkenankan mengharamkan yang halal dalam bentuk nadzar. Untuk syariat kita saat ini tidak boleh.

Allah Taala berfirman, "Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Yaqub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar." (QS. Ali Imran: 93)

Faedah yang bisa diambil dari ayat di atas:

- Hukum asal makanan itu halal sampai datang dalil yang mengharamkannya.
- Asalnya makanan, juga minuman halal bagi Israil (Yaqub) dan keturunannya kecuali yang diharamkan oleh Israil (Yaqub) dalam bentuk nadzar.
- Maksiat itulah yang menyebabkan ujian pada hamba baik ujian yang sifatnya syari maupun qadari.
- Untuk syariat sebelum kita, masih diperkenankan meninggalkan yang halal dalam rangka ibadah pada Allah. Sedangkan syariat kita saat ini, setiap yang baik (thayyib) bagi kita itu halal untuk kita konsumsi. Tidak boleh saat ini bernadzar yang bentuknya enggan menyantap yang halal-halal. Yang diharamkan bagi kita saat ini adalah yang khabaits (najis dan kotor).
- Keutamaan umat Islam saat ini karena segala yang baik dihalalkan untuk kita.
- Dalam syariat kita saat ini, setiap bentuk ibadah dengan mengharamkan yang halal dilakukan dalam bentuk nadzar, termasuk bidah dan kesesatan.
- Menghalalkan dan mengharamkan adalah hak Allah Taala.
- Ayat ini sebagai bantahan bagi Yahudi yang menganggap tidak ada lagi nasikh dan mansukh (ayat yang menghapus dan dihapus).

Dengan merenungkan hal ini, kita akan semakin bersyukur dengan syariat kita. Walhamdulillah. Semoga faedah ayat ini bermanfaat. Semoga semakin semangat untuk merenungkan Al-Quran.

Referensi: Tafsir Al-Quran Al-Karim (Surat Ali Imran);Tafsir Az-Zahrawain (Al-Baqarah wa Ali Imran)/Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x