Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 00:39 WIB
 

Penyebab Orang Kesurupan dan Cara Mengatasinya

Oleh : - | Minggu, 29 Oktober 2017 | 09:00 WIB
Penyebab Orang Kesurupan dan Cara Mengatasinya
(Foto: Ilustrasi)

AKU (Ibnul Qayyim, -pent.) pernah menyaksikan Syaikh kami (yakni Ibnu Taimiyyah, -pent.) mengutus seseorang kepada orang yang sedang kesurupan, untuk menyampaikan kepada roh (jin) yang ada pada diri orang yang kesurupan itu:

"Syaikh menyuruhmu untuk keluar (dari tubuh orang ini), karena perbuatan itu tidak halal bagimu!" Seketika itu sadarlah orang yang kesurupan tersebut. Dan terkadang beliau menanganinya sendiri.

Ada kalanya roh itu jahat, sehingga untuk mengusirnya pun harus dengan pukulan. Ketika orang yang kesurupan itu tersadar, dia tidak merasakan rasa sakit akibat pukulan tersebut.

Sungguh kami dan yang lainnya sering kali menyaksikan beliau rahimahullahu melakukan pengobatan semacam itu." Hingga perkataan beliau: "Secara garis besar, kesurupan jenis ini berikut pengobatannya tidaklah diingkari kecuali oleh orang yang minim ilmu, akal, dan pengetahuannya.

Kebanyakan masuknya roh-roh jahat ini ke dalam tubuh seseorang disebabkan minimnya agama dan kosongnya hati serta lisan dari hakekat dzikir, permintaan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Taala, serta pembentengan keimanan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Sehingga ketika ia tidak lagi memiliki senjata dan kosong sama sekali dari pembentengan diri, masuklah roh-roh jahat itu kepadanya." -sekian nukilan dari Ibnul Qayyim-

Dari beberapa dalil syari yang telah kami sebutkan dan juga ijma ahlul ilmi dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah tentang kemungkinan masuknya jin ke dalam tubuh manusia (kesurupan), maka menjadi jelaslah bagi para pembaca akan batilnya pernyataan orang-orang yang mengingkari permasalahan ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Taala mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua."

[Dikutip dan diterjemahkan dari kitab Al-Fatawa Asy-Syariyyah fil Masa`il Al-Ashriyyah min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, hal. 1586-1595]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x