Muktamar NU Dipastikan Berlangsung pada 1-5 Agustus 2026
Oleh
Ibnu Naufal
Editor
Ibnu Naufal

Pertemuan silaturahmi Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (28/12/2025). (Foto: PBNU/Junaidi)
Teka-teki mengenai jadwal pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya terjawab. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut akan diselenggarakan pada 1 hingga 5 Agustus 2026.
Kepastian tanggal ini diperoleh usai terselenggaranya pertemuan strategis antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Pertemuan kedua pucuk pimpinan NU tersebut berlangsung di ruang Rais Aam, lantai 4 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/5/2026) siang, sekitar pukul 14.30 WIB. Agenda utama pertemuan ini adalah mematangkan persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes) NU, serta Muktamar NU.
Kepastian jadwal tersebut juga dibenarkan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.
"Insyaallah seperti itu (Muktamar dilaksanakan 1-5 Agustus)," tegas Gus Ipul saat dikonfirmasi oleh awak media sesaat setelah keluar dari Gedung PBNU.
Susunan Panitia Inti Muktamar NU 2026
Sebelum pertemuan pucuk pimpinan ini digelar, PBNU rupanya telah melangsungkan rapat gabungan khusus guna membentuk tim inti kepanitiaan Munas, Konbes, dan Muktamar. Sejumlah nama elite PBNU didapuk untuk mengawal kelancaran acara.
Katib Aam PBNU KH Said Asrori resmi ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah, dan akan didampingi oleh Prof Mohammad Nuh sebagai Sekretaris SC.
Sementara itu, untuk tugas operasional, PBNU memercayakan posisi Ketua Organizing Committee (OC) atau Panitia Pelaksana kepada Sekjen PBNU Saifullah Yusuf. Ia akan berduet dengan Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni yang menempati posisi Sekretaris OC.
Saat ini, tim inti tersebut dikabarkan telah berhasil merampungkan susunan lengkap kepanitiaan. Dengan terjalinnya koordinasi intensif antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU hari ini, langkah PBNU menuju agenda Muktamar pada awal Agustus dipastikan semakin matang dan solid.






