Kemenag Ungkap 9 Prestasi Santri di Bidang Sains dan Teknologi Global
Oleh
Ibnu Naufal
Editor
Ibnu Naufal

Ilustrasi. (Desain: inilah.com/Inu)
Stigma bahwa lulusan pesantren hanya bisa berkutat di bidang keagamaan kini kian terbantahkan. Kementerian Agama (Kemenag) RI menyoroti perkembangan pesat pesantren modern yang sukses melahirkan santri-santri berprestasi di kancah nasional hingga internasional, mulai dari bidang sains, teknologi, hingga kewirausahaan.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa potret pesantren saat ini telah bertransformasi secara luar biasa tanpa meninggalkan akar tradisinya.
“Potret pesantren kini tidak hanya tentang tafaqquh fid-din (memperdalam ilmu agama) yang menjadi ciri khasnya, tapi juga beragam keunggulan dalam prestasi akademik dan non-akademik,” terang Basnang di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut Basnang, ruang pengabdian para santri kini semakin meluas. Lulusan pesantren tidak lagi eksklusif mencetak ulama atau penyuluh agama, melainkan telah merambah ke berbagai profesi strategis seperti dokter, ilmuwan, peneliti, bankir, hingga pengusaha sektor agrobisnis.
"Ini tidak terlepas dari proses adaptasi pesantren terhadap perkembangan zaman. Kemenag terus berupaya ikut memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi perkembangan pesantren," tambahnya.
9 Potret Gemilang Santri Modern
Sebagai bukti nyata, Kemenag membeberkan sederet prestasi membanggakan dari para santri di berbagai bidang keilmuan dan pengabdian masyarakat:
- Nabila Saphira (Pesantren Insan Cendekia Harau): Menciptakan prototype turbin air penghasil listrik yang mengantarkannya menjadi wakil Indonesia dalam program AFS Global STEM Academies di Brasil.
- Khoirul Adib (Pesantren Darul Ilmi Meteseh): Peraih Medali Emas World Young Inventors Exhibition di Malaysia. Ia juga sukses mengembangkan platform digital "ByShare" dan "Zeroup" yang diakui hingga ke Jepang dan Korea Selatan.
- Muhammad Aidil Fitrah Lubis (Pesantren Al-Azhar Asy Syarif Sumut): Peraih medali emas life science di NYIIA lewat inovasi ‘Micromelt’ (obat kumur herbal antibakteri).
- M. Mifta Yoga Fahreza (Pesantren IMBOS Pringsewu): Kreator aplikasi edukatif SEBULA dan SALAKA (aplikasi pemilihan OSIS dan edukasi demokrasi digital). Ia juga aktif sebagai duta lingkungan.
- Revan Kurnia Aditya (Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong): Juara 1 Festival Inovasi Kesehatan ASTRA Nasional melalui inovasi layanan kesehatan “SANTRICARE” dan produk “Pesantrend Shampo Condong”.
- Tsuroyyah Hamidah (Pesantren Sunan Drajat Lamongan): Terpilih sebagai Top 7 Wirausaha Muda Berprestasi Nasional Bidang Religius berkat kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan produk olahan perikanan.
- Ahmad Faqieh Shakier (Pesantren IMMIM): Hafiz 30 Juz Al-Qur'an yang sukses menyabet medali perunggu di ajang kompetisi sains dan IPS terintegrasi tingkat nasional (M-ISCO dan IYSC).
- Qotrotun Nadia (Pesantren Fadlun Minalloh Yogyakarta): Jawara Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional yang juga sukses menjadi penulis cerpen dan menerbitkan sejumlah buku sastra.
- Fitria Raudhatul Jannah (Pesantren Al-Munawwarah): Juara 1 MQK Nasional yang sukses menjadi delegasi Indonesia di ajang MQK Internasional, serta aktif sebagai penulis buku.
Deretan prestasi ini menjadi bukti konkret bahwa ekosistem pendidikan pesantren mampu bersaing dan mencetak generasi agent of change yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tags






