Begini Cara Lulusan Madrasah Bisa Raih Gelar Kampus Global Tanpa ke Luar Negeri
Oleh
Rana Setiawan
Editor

Ilustrasi pelajar santri.(Foto: doc. inilah.com)
Akses pendidikan tinggi berstandar internasional kini semakin terbuka lebar bagi lulusan pendidikan keagamaan dan sekolah umum binaan Kementerian Agama.
Melalui Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026, pemerintah menghadirkan skema Sarjana Double Degree yang memungkinkan mahasiswa meraih dua gelar dari kampus global tanpa harus sepenuhnya belajar di luar negeri.
Program tersebut menggandeng Deakin University dan Lancaster University Indonesia (DLI) di Bandung sebagai mitra strategis.
Mahasiswa akan menjalani perkuliahan selama tiga tahun di Bandung, serta berkesempatan mengikuti program internasional di luar negeri selama 4–5 bulan pada tahun kedua.
Skema itu menjadi solusi inovatif bagi generasi muda yang ingin merasakan pengalaman pendidikan global dengan biaya terjangkau, bahkan sepenuhnya ditanggung melalui beasiswa.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama, Ruchman Basori, menegaskan program tersebut dirancang sebagai alternatif strategis bagi lulusan baru.
“Program double degree ini kami hadirkan sebagai alternatif bagi siswa lulusan tahun 2026 yang ingin mendapatkan pengalaman kuliah berstandar internasional. Selain kualitas akademik, mahasiswa juga mendapat exposure global melalui skema pembelajaran lintas negara,” ujar Ruchman di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, pendekatan program ini juga menekankan aspek inklusivitas, khususnya bagi lulusan madrasah dan pesantren.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak madrasah, santri, dan lulusan satuan pendidikan keagamaan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan tinggi kelas dunia. Ini bagian dari upaya memperluas kesempatan dan mobilitas akademik mereka,” lanjutnya.
Beasiswa Penuh, Akses Global
Program BIB Kemenag 2026 ini bersifat beasiswa penuh (fully funded). Seluruh kebutuhan mahasiswa ditanggung, mulai dari biaya pendidikan, tunjangan hidup bulanan, dukungan buku dan riset, transportasi, hingga asuransi kesehatan.
Sasaran penerima mencakup lulusan tahun 2026 dari Madrasah (MA), pesantren, SMA/SMK sederajat, serta satuan pendidikan lintas keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama.
Dengan cakupan itu, pemerintah ingin memastikan tidak ada kesenjangan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi siswa dari latar belakang keagamaan.
Jadwal dan Cara Pendaftaran
Pendaftaran Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 telah dibuka sejak 1 April hingga 31 Mei 2026.
Calon pendaftar dapat mengakses informasi resmi melalui portal Kementerian Agama, serta melakukan pendaftaran melalui platform beasiswa LPDP terintegrasi.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan sekaligus berdaya saing global.
Membuka Jalan, Menjaga Akar
Lebih dari sekadar program akademik, BIB Kemenag 2026 membawa misi penting: menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan wawasan global.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar internasional, tetapi juga pengalaman lintas budaya yang memperkaya perspektif.
Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan generasi muda Indonesia untuk tampil sebagai intelektual yang adaptif, berintegritas, dan berakar pada nilai spiritual.
Dengan skema ini, kuliah kelas dunia bukan lagi mimpi jauh, bahkan bisa dimulai dari Bandung.
Tags






