Doa setelah Mandi Wajib Beserta Arab, Latin, dan Artinya
Oleh
Farahdilla Puspa
Editor
Dewa Panggalih

Ilustrasi mandi taubat. (Foto: Freepik)
Islam mengenal konsep hadas besar, yakni kondisi tidak suci karena haid, nifas, atau berhubungan suami istri.
Dalam kondisi tidak suci karena hadas besar, umat Islam tidak boleh beribadah.
Untuk bisa kembali menjalankan ibadah seperti salat, harus melaksanakan mandi wajib sebagai bagian dari bersuci.
Setelah mandi wajib pun, umat Islam juga dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Lantas, bagaimana bacaan doa setelah mandi wajib yang benar?
Doa setelah Mandi Wajib
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Sunah
Berikut ini adalah tata cara mandi wajib yang benar sesuai sunah:
- Membaca niat karena Allah SWT disertai mengucapkan bismillahirrahmanirrahim secara lirih.
- Membasuh atau mencuci kedua telapak tangan, dilakukan sambil membersihkan sela-sela jari tangan.
- Mencuci kemaluan dengan tangan kiri. Bagi perempuan setelah haid dan nifas, membersihkan kemaluannya dengan kapas atau sejenisnya untuk memastikan tidak ada hadas yang tersisa.
- Berwudu seperti akan melakukan salat.
- Mengguyurkan air ke kepala dimulai dari bagian kanan, lalu ke kiri tiga kali dan meratakan ke seluruh tubuh.
- Memasukkan jari-jari ke pangkal rambut dengan diberi wangi-wangian (sampo) dan menggosokkan sabun ke seluruh tubuh. Lalu, membilas dengan mengguyurkan air ke seluruh tubuh.
- Mencuci kedua kaki dimulai dari kaki kanan, kemudian kaki kiri.
Rukun Mandi Wajib yang Harus Dipenuhi
1. Niat
Niat Mandi Wajib Umum
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah SWT."
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala.”
Niat Mandi Wajib setelah Haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi Ta'aala
Artinya: "Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala,"
Niat Mandi Wajib setelah Nifas
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala
Artinya: "Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.”
2. Mengguyur Seluruh Badan
Seluruh bagian luar tubuh harus tersiram air saat mandi wajib dan mandi junub, termasuk rambut serta bulu-bulunya.
Sementara, untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus mengalir sampai mengenai kulit agar najis tidak tertinggal.
Hal-Hal yang Menyebabkan Mandi Wajib
Terdapat enam hal yang menjadi sebab seorang muslim harus melaksanakan mandi wajib, yakni sebagai berikut:
- Keluar mani, baik disengaja atau tidak disengaja
- Berhubungan suami istri
- Setelah haid
- Selesai melahirkan
- Selesia nifas
- Meninggal dunia






