Selasa, 12 Mei 2026 | 24 Dzulqa'dah 1447

Pemerintah Saudi Perluas Pendingin Arafah Hingga 272 Ribu Meter, Ini Dampaknya

Editor

100 views
Pemerintah Arab Saudi memperluas fasilitas peneduh dan pendingin di kawasan Arafah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026M.(Foto: SPA)

Pemerintah Arab Saudi memperluas fasilitas peneduh dan pendingin di kawasan Arafah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026M.(Foto: SPA)

Upaya mengurangi risiko panas ekstrem saat puncak ibadah haji terus diperkuat Arab Saudi. Menjelang musim haji 2026, fasilitas peneduh dan pendingin di kawasan Arafah, lokasi paling krusial dalam rangkaian ibadah haji, diperluas secara signifikan untuk melindungi jutaan jemaah yang berkumpul di lokasi tersebut.

Pengembangan itu dilakukan oleh Kidana Development Company yang merupakan bagian dari Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci. Proyek difokuskan di sekitar Jabal al-Rahmah atau yang dikenal sebagai Gunung Kasih Sayang, titik ikonik tempat jutaan jemaah melaksanakan wukuf.

Ekspansi Fase Kedua, Teknologi Pendingin Diperkuat

Pada fase kedua, proyek ini menambah 18 kanopi modern yang dilengkapi 36 kipas kabut (misting fan), tujuh unit pendingin udara canggih, serta 107 kolom kipas kabut di sekitar area Arafah.

Jika digabungkan dengan fase pertama yang telah selesai pada 2025, total cakupan proyek kini mencapai lebih dari 272.000 meter persegi. 

Perluasan tersebut membuat kapasitas area teduh dan sejuk bagi jemaah meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan musim haji sebelumnya.

Fase pertama proyek menjadi fondasi awal dengan pembangunan tiga kanopi yang dilengkapi enam kipas kabut serta lebih dari 165 kolom kipas kabut di kawasan tersebut.

Sementara fase kedua berfungsi memperluas jangkauan dan kapasitas layanan, sehingga keduanya kini membentuk satu sistem pendingin terintegrasi di kawasan Arafah.

Antisipasi Panas Ekstrem Saat Wukuf

Pengembangan ini dirancang untuk mengurangi dampak suhu panas ekstrem yang kerap terjadi saat wukuf di Arafah, yang merupakan puncak ibadah haji. 

Pada momen tersebut, jutaan jemaah berkumpul di satu lokasi dalam waktu bersamaan.

Dengan penambahan fasilitas peneduh dan pendingin, pemerintah Arab Saudi berharap risiko heat stress dapat ditekan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah.

Langkah Strategis Perlindungan Jemaah

Perluasan itu menjadi bagian dari transformasi besar layanan haji berbasis teknologi dan keselamatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang terus berinvestasi pada infrastruktur ramah jemaah, terutama untuk menghadapi perubahan iklim yang memicu suhu semakin ekstrem di kawasan Timur Tengah.

Dengan sistem pendingin terintegrasi ini, Arafah tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga contoh penerapan teknologi modern untuk mendukung ibadah yang lebih aman, nyaman, dan manusiawi.

Komentar