6 Bacaan Istighfar Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Oleh
Farahdilla Puspa
Editor
Dewa Panggalih

Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, sudah seharusnya kita memohon ampun kepada Allah SWT dengan beristighfar.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan umatnya untuk memperbanyak istighfar.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertobat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR Bukhari)
Dalam riwayat lain, Al Aghorr Al Muzanni yang merupakan sahabat nabi, mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR Muslim)
Umumnya, istighfar diucapkan dengan kalimat “Astagfirullahaladzim". Namun, sebenarnya ada lebih banyak bacaan istighfar yang bisa diamalkan.
Macam-Macam Bacaan Istighfar: Arab, Latin, dan Artinya
1. Bacaan Istighfar Pendek
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Astagfirullahaladzim
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."
2. Bacaan Istighfar Versi Kedua
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahalladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”
3. Bacaan Istighfar setelah Salat Fardu
Dari Tsauban radhiyallahu anhu, beliau menceritakan bahwa Rasulullah SAW ketika selesai salat membaca istighfar berikut sebanyak tiga kali:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta yaa dzal jalali wal ikram
Artinya: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.” (HR Muslim dan Nasai)
4. Bacaan Istighfar setelah Salat Duha
Bacaan istighfar ini berasal dari hadis yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu anha.
Ia berkata bahwa setelah Rasulullah SAW salat duha, beliau mengucapkan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ
Allahummaghfir-lii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohiim
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (HR Bukhari)
5. Bacaan Istighfar setelah Majelis dan Melakukan Semua Amalan
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik
Artinya: “Mahasuci Engkau Ya Allah. Segala pujian untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Dan aku meminta ampunan dan bertobat kepada-Mu.”
6. Bacaan Sayyidul Istighfar
Sayyidul Istighfar dianggap sebagai bacaan istighfar yang paling utama.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta rabbi lailaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abu’u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu layaghfirudz dzunuba illa anta
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Mengapa Begitu Penting Membaca Istighfar?
1. Menghapus Dosa
Keutamaan membaca istighfar adalah dosa-dosa kita diampuni Allah SWT, sebagaimana bunyi hadis qudsi berikut:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni dosa yang ada padamu, dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosamu).”
2. Terhindar dari Azab
Kita tidak menyadari bahwa musibah yang datang kadang-kadang disebabkan oleh kesalahan atau dosa sendiri.
Umat Islam pun diperintahkan untuk beristighfar agar terhindar dari azab, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal ayat 33:
"Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
3. Mendapat Kebaikan
Banyak membaca istighfar juga mendatangkan kebaikan di dunia. Allah SWT berfirman dalam Surah Hud ayat 3:
“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).”
4. Ketenangan Hati
Rutin membaca istighfar juga memberikan ketenangan hati. Dengan selalu mengingat Allah dan memohon ampun, kita merasa terlindungi.
5. Sebab Terkabulnya Doa
Memperbanyak istighfar juga bisa menjadi sebab terkabulnya doa-doa, sebagaimana tertulis dalam Surah Hud ayat 61:
“Dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”
6. Dimudahkan Segala Urusan
Keutamaan istighfar lainnya adalah dimudahkan segala urusan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Ahmad)
7. Pembuka Pintu Rezeki
Dalam hadis di atas, juga dijelaskan bahwa memperbanyak istighfar bisa membuka pintu rezeki dari berbagai arah yang tidak diduga.
8. Jaminan Surga
Membaca istighfar, terutama sayyidul istighfar membuat seorang muslim berpotensi masuk surga, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhari)






