Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:13 WIB

Rasul Tolak Nikah dengan Anak Saudara Sepersusuan

Oleh : - | Minggu, 14 Januari 2018 | 09:00 WIB
Rasul Tolak Nikah dengan Anak Saudara Sepersusuan
(Foto: ilustrasi)

KITA lihat dalam kisah ini, Nabi shallallahu alaihi wa sallam selalu berbuat baik dengan ibu susunya, yaitu Ummu Aiman dan Tsuwaibah. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah kita harus pandai balas budi.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang memberikan kebaikan untuk kalian, maka balaslah. Jika engkau tidak mampu membalasnya, doakanlah ia sampai-sampai engkau yakin telah benar-benar membalasnya." (HR. Abu Daud, no. 1672 dan An-Nasai, no. 2568. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Bukankah kebaikan lebih pantas dibalas dengan kebaikan? "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." (QS. Ar-Rahman: 60).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah ditawari untuk menikahi puteri dari Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu anhu. Namun beliau tidak bersedia, karena beliau dengan Hamzah adalah saudara sepersusuan.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puteri Hamzah bin Abdul Muthallib, "Ia tidak halal untukku. Mahram karena sebab persusuan, statusnya sama seperti mahram karena nasab. Ia adalah puteri dari saudara sepersusuan denganku. (HR. Bukhari, no. 2645). Berarti puteri Hamzah adalah keponakan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari sepersusuan.

[baca lanjutan: Nasib Paman Rasul yang Kafir di Akhirat]

Komentar

Embed Widget

x