Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:16 WIB

Mencium Istri hingga Keluar Mani, Batalkah Puasa?

Oleh : - | Senin, 15 Januari 2018 | 06:00 WIB
Mencium Istri hingga Keluar Mani, Batalkah Puasa?
(Foto: ilustrasi)

KADANG godaan tidak bisa ditekan saat puasa oleh sebagian pasangan, apalagi pasangan muda. Apakah dengan mencium istri, puasa menjadi batal? Bagaimana jika sampai keluar mani?

Dalam Al Mughni, Ibnu Qudamah berkata, "Mencium istri tidak lepas dari tiga keadaan:

(1) Mencium istri dan tidak keluar mani, maka puasanya tidak batal dan kami tidak mengetahui adanya khilaf di antara para ulama mengenai hal ini. Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa mencium istrinya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Umar Bin Al Khaththab, beliau berkata, "(Suatu saat) aku rindu dan kemudian aku mencium istriku padahal aku sedang berpuasa, maka aku bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa." Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya, "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Aku menjawab, "Seperti itu tidak mengapa." Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Lalu apa masalahnya?" (HR. Abu Daud). Di sini Nabi shallallahu alaihi wa sallam memisalkan mencium dengan berkumur-kumur dari sisi sama-sama merupakan muqoddimah syahwat. Berkumur-kumur tidak membatalkan puasa selama air tidak masuk. Jika masuk, maka batal.

Imam Ahmad sendiri mendhoifkan hadits di atas. Beliau berkata bahwa itu hanyalah hembusan. Dan itu tidak mengapa.

(2) Mencium istri dan keluar mani, puasanya batal tanpa diperselisihkan oleh para ulama sepengetahuan kami. Hal ini dimisalkan keluarnya mani dengan jima tetapi tidak melalui persetubuhan di kemaluan.

(3) Mencium istri dan keluar madzi, puasanya itu batal menurut imam kita (Imam Ahmad) dan Imam Malik. Sedangkan Imam Abu Hanifah dan Imam Syafii menyatakan tidak membatalkan puasa. Diriwayatkan dari Al Hasan, Asy Syabiy, Al Auzai bahwa keluarnya madzi kala itu tidak menyebabkan mandi wajib sama halnya dengan kencing.

Demikian keterangan dari Ibnu Qudamah tentang masalah ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Moga Allah senantiasa memberi taufik dalam ilmu dan amal. Wallahu waliyyut taufiq. [rumaysho]

Komentar

Embed Widget

x