Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 22:35 WIB
 

Hari Keadilan bagi Si Zalim

Oleh : - | Selasa, 9 Januari 2018 | 18:00 WIB
Hari Keadilan bagi Si Zalim
(Foto: ilustrasi)

ADA zaman ketika Al Hajjaj ibn Yusuf yang alim lagi faqih berkuasa dan menindas di Iraq hingga Hijjaz. Tapi nurani tak susah bersikap. Al Hajjaj adalah "orang kuat". Jabatannya Gubernur; tapi para Penguasa Bani Umayyah tak berani mengambil tindakan apapun terhadapnya.

Ditulis Ibn Al Atsir dalam Al Kamil; jumlah yang dibunuhnya mencapai 120.000 orang; belum termasuk 80.000 yang mati di pemenjaraannya. Semua karena pemaksaannya agar masyarakat tunduk pada kuasa Daulah Umayyah; tak boleh ada tanya, masukan, nasihat, kritik, dan oposisi. Korban keganasannya yang paling masyhur: Abdullah ibn Az Zubair Radhiyallahu Anhuma; dalam kisah dimanjaniqnya Kakbah hingga lantak.

Kali ini mohon izin bercerita tentang Said ibn Jubair; si alim murid kesayangan Ibn Abbas yang menjadi penutup kejahatan Al Hajjaj. Setelah beliau ditangkap, Al Hajjaj bertanya; "Siapa namamu?" Beliau menjawab; "Said ibn Jubair (orang bahagia; putra orang jaya)." "Tidak", sergah Al Hajjaj, "Namamu Saqi ibn Kusair (orang celaka anak orang hancur)!" "Ibuku lebih tahu siapa namaku!", timpal Said.

Kemudian Al Hajjaj bertanya tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Khulafaur Rasyidin. Dia berharap Said menjelekkan Ali, tapi beliau muliakan semua. Ditanya tentang siapa Khalifah Bani Umayyah yang terbaik; jawabnya; "Yang paling diridai Rabbnya!" "Siapa itu?", kejar Al Hajjaj. "Ilmu tentang itu di sisi Allah"; jawab Said mengutip Quran. "Kalau tentang aku?", tanya Al Hajjaj. "Kau lebih tahu tentang dirimu." "Aku ingin tahu pendapatmu!", desak Al Hajjaj. "Itu akan menyedihkanmu dan mengusir kegembiraanmu", tukas Said. "Katakan!", geramnya.

"Kau telah menyelisihi Kitabullah. Kau lakukan hal yang kau harap berwibawa karenanya; tapi ia menghinakan da menjatuhkanmu ke neraka!" "Demi Allah aku akan membunuhmu!", kata Al Hajjaj. "Dengan itu kau hancurkan duniaku dan ku hancurkan akhiratmu", sahut Said tersenyum. "Dengan cara apa kau mau dibunuh?", sergah Al Hajjaj. "Pilihlah untukmu; dengan cara yang sama kelak Allah membalasmu!", jawab Said.

"Prajurit! Siapkan pedang dan alas!", perintah Al Hajjaj. Maka Said mensenyumkan tawa. "Apa yang membuatmu tertawa?", tanya Al Hajjaj. "Aku takjub atas kelancanganmu kepada Allah dan santun-lembutnya Allah padamu", kata Said. "Prajurit, penggal dia!", teriak Al Hajjaj. Said menghadap kiblat dan membaca {QS 6:79}: "Kuhadapkan wajahku pada Yang Mencipta langit dan bumi.." "Palingkan dia!", ujar Al Hajjaj.

Said pun lalu membaca {QS 2:115}: "Ke manapun kamu menghadap; di sanalah wajah Allah." "Telungkupkan dia ke tanah!", gusar Al Hajjaj. Maka Said membaca {QS 20:55}: "Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu.." "Sembelih dia", kata Al Hajjaj. "Sungguh kuat hafalan Qurannya!" Maka Said berdoa terakhir kali.. "Ya Allah; jangan kuasakan dia atas seorangpun sesudah diriku!" Lalu beliau dibunuh. Lima belas hari kemudian, Al Hajjaj mulai demam.

Sakit itu mengantarnya pada kematian. Dia terlelap sesaat lalu bangun berulang kali dalam ketakutan; "Said ibn Jubair mencekikku!" Punggawanya mengadu pada Hasan Al Bashri, memohonnya mendoakan si majikan. Al Hasan berkata, "Sudah kukatakan padanya, jangan menzalimi para 'Ulama!" Jelang sakarat, doa-harapnya menakjubkan; "Ya Allah, orang-orang mengira Kau takkan mengampuniku. Sungguh buruk prasangka mereka padaMu!" Al Hajjaj mati bakda 40 hari; Umar ibn Abdil Aziz dan Hasan Al Bashri sujud syukur berulang kali. Kelak Umar dan beberapa Alim lain bermimpi.

Bahwa Al Hajjaj dibunuh Allah sebanyak pembunuhan yang dia lakukan; kecuali atas Said ibn Jubair; Allah membalasnya 70 kali. Sungguh benar; "Hari keadilan bagi si zalim; lebih berat daripada hari kezaliman bagi mereka yang teraniaya." Wallahu Alam.

Islam adalah agama penghapus kezaliman; dari yang mengaku kafir maupun yang mendaku muslim. Tiap sikap; dicatat Allah dan Sejarah. Ya Allah; tunjuki kami yang haq itu haq; karuniai kami keteguhan Said ibn Jubair, juga sikap Umar ibn Abdil Aziz dan Hasan Al Bashri. Tunjukkan pada kami yang batil itu batil; seperti mereka lihat itu pada Al Hajjaj yang alim tapi zalim; juga pada sosok yang lebih tak samar.

[sumber: twitter @salimafillah]

Komentar

 
Embed Widget

x