Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 03:27 WIB

Rasul Perintahkan Menjaga Allah, Apa Maksudnya?

Oleh : - | Selasa, 9 Januari 2018 | 09:00 WIB
Rasul Perintahkan Menjaga Allah, Apa Maksudnya?
(Foto: Ilustrasi)

SETIAP orang akan melalui berbagai fase dalam hidup dan kehidupannya. Sebagaimana Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Segala hal pun melalui masanya masing-masing. Ada yang bermula dari biji kecil dalam kegelapan tanah, bersusah payah menggapai udara luar bersama tunas-tunasnya hingga menjadi pohon besar yang tegak menjulang. Ada pula yang bermula dari sesuatu yang putih bersih melebihi susu kemudian berakhir menjadi hitam legam diakibatkan oleh dosa anak Adam, itulah dia Hajar Aswad di Kakbah.

Lantas, apakah hikmah yang dapat kita ambil dari seluruh proses tersebut? Tentu saja ini tentang memaknai waktu. Waktu yang terus berputar tanpa dapat kita jangkau kembali meski sedetikpun. Alangkah indahnya bila perjuangan kita hari ini dapat mengantarkan kita kepada hasil penuh berkah dan manfaat di kemudian hari. Bukan malah sebaliknya, apa yang kita lakukan sekarang justru menjerumuskan kita ke liang kerugian, kehinaan dan kesia-siaan. Naudzubillah.

Demi mencapai keberkahan dunia dan akhirat, satu hal utama yang harus kita lakukan ialah menauhidkan Allah Ta'ala sebagaimana yang Dia perintahkan. Menjadikan-Nya sebagai satu-satunya Zat yang kita sembah dan ibadahi sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Dari Ibnu Abbas radhiallhu 'anhu, ia berkata, "Aku pernah berada di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Pada suatu hari, beliau bersabda, "Hai anakku, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu, jagalah Allah niscaya engkau menemui-Nya di hadapanmu. Apabila engkau meminta, mintalah pada Allah dan apabila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah seandainya umat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu, dan seandainya mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering (maksudnya takdir telah ditetapkan)." (HR. Tirmizi)

Hadis di atas menunjukkan bahwa jika kita ingin setiap detik napas dan detak jantung yang berdegup dalam tubuh kita senantiasa diiringi oleh Allah Ta'ala maka kita harus menjaga diri-Nya. Namun bagaimana mungkin kita sebagai seorang hamba mampu menjaga Sang Maha Perkasa?

Berdasarkan syarah hadis, sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: "Jagalah Allah," maksudnya jagalah batas-batas Allah, hak-hak-Nya, serta menjaga perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya dengan mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan. Demikian pula, dengan mempelajari agama-Nya sehingga dengannya kita dapat beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dan bermuamalah dengan manusia serta mendakwahkannya di jalan Allah.

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Muadz bin Jabal Radhiyallahu anhu:

"Wahai Muadz, tahukah engkau apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya, dan apa hak hamba atas Allah?" Muadz pun menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah supaya mereka beribadah hanya kepada Allah saja dan mereka tidak boleh berbuat syirik (menyekutukan Allah) dengan suatu apa pun juga. Sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya." [Sahih: HR. al-Bukhari (no. 2856, 5967), Muslim (no. 30 (48), 30 (49)), Abu Dwud (no. 2559), dan at-Tirmidzi (no. 2643)]

Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk menjaga Allah sehingga Dia pun menjaga kita. Dan teruslah berdoa kepada-Nya dan hanya kepada-Nya, niscaya Allah akan memenuhi seluruh kebutuhan kita. Terakhir, percayalah hanya pada-Nya yang menggenggam takdir para makhluknya. Jangan pernah sekalipun kita menggantungkan harapan pada sesama makhluk yang tak dapat mendatangkan manfaat maupun mudarat pada hidup kita.

Pena telah diangkat, tinta telah mengering, lembaran takdir telah ditetapkan. Yakinlah bahwa Allah pasti menyiapkan takdir terbaik bagi para hamba-Nya yang tulus mengabdi demi meraih rida-Nya. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas agama-Nya yang lurus ini. Semoga selawat dan salam senantiasa tercurah bagi Rasulullah, keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga ke akhir zaman.

Wallahu a'lam. [DOS]

Komentar

Embed Widget

x