Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 08:47 WIB

Pantang Hanyut Terbawa Emosi

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Sabtu, 6 Januari 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Pantang Hanyut Terbawa Emosi
(Foto: Istimewa)

Alhamdulillahi Rabbilaalamiin.Segala puji hanya milik Allah Swt. Tiada yang wajin disembah kecuali Allah, tiada yang bisa mengabulkan doa selain Allah, dan tiada tempat kembali segala urusan melainkan hanya Allah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita harus meyakini bahwa tidak ada kejadian sekecil dan sedahsyat apapun kecuali pasti atas izin Allah dan pasti ada dalam genggaman Allah. Termasuk kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan, kejadian yang memancing rasa kesal dan memancing kita untuk marah. Semua kejadian itu pasti terjadi atas izin Allah. Dan, tidak ada perbuatan Allah yang sia-sia, semua pasti ada hikmahnya.

Oleh karena itu, setiap kali ada kejadian atau ada orang yang perbuatannya membuat kita kesal atau marah, maka janganlah hanya fokus pada kejadiannya saja atau pada orang tersebut saja. Bagikan fokus kita ini kepada diri kita sendiri dan kepada Allah Swt. Karena kalau kita hanya fokus pada kejadian yang tidak enak itu atau pada orang yang membuat kita kesal dan marah itu, maka kita akan terseret oleh emosi kita. Kemungkinan besar kita akan hanyut dalam rasa dongkol, tersinggung dan amarah. Padahal jika kita hanya menuruti emosi, ini sama sekali tidak produktif.

Fokus kita pada kejadiannya atau para orangnya adalah untuk menyelesaikan masalahnya. Sedangkan fokus kita kepada diri sendiri dan pada Allah adalah memeriksa kesalahan diri sendiri yang boleh jadi itulah yang memancing datangnya kejadian yang tidak diinginkan, dan juga untuk bertaubat. Boleh jadi kesalahan diri kita sendiri pula yang mengundang datangnya orang lain yang sikapnya membuat kita kesal atau tersinggung.

Orang yang beriman kepada Allah Swt bukanlah orang yang berlama-lama larut dalam emosinya. Orang yang beriman jika marah maka akan marah seperlunya saja, jika sedih pun akan sedih sekedarnya saja, begitu juga saat diliputi kegembiraan ia akan gembira secara proporsional saja. Semuanya akan ia kembalikan kepada Allah Swt. karena hanya Dia-lah tempat kembalinya segala urusan.

Allah Swt berfirman,"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan."(QS. Ali Imron [3] : 109)

Semoga Allah Swt mengaruniakan kepada kita kekuatan hati untuk terampil bersabar dan bertawakal, karena inilah yang akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang tenang dan bahagia.Aamiin yaa Robbalaalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x