Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Januari 2018 | 04:16 WIB

Batas Kekuatan Manusia

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 31 Desember 2017 | 00:04 WIB
Batas Kekuatan Manusia
(Foto: Ilustrasi)

ADAKAH orang kuat di muka bumi ini yang kuat menahan kantuk sehingga mampu tak tidur berhari-hari atau menahan diri untuk tidak bangun-bangun dari tidurnya berminggu-minggu?

Jawaban atas satu pertanyaan ini saja sudah menggambarkan betapa kekuatan kita sebagai manusia adalah terbatas. Teringatlah saya pada kata Syekh Ibn Athaillah Sukandari dalam kitab hikamnya itu: "Keinginan manusia, sekuat apapun itu, tak akan mampu menembus batasan takdir."

Ada hukum alam yang telah ditetapkan (QS Fathir ayat 43) dan ada ketetapan yang telah diukurkan pada manusia (QS al-Qamar 49). Kita harus selalu belajar sabar meniti jalanan takdir dengan tidak bersikap selalu memaksakan diri dan menuntut berlebihan terwujudnya keinginan diri. Setelah kita melakukan upaya dengan maksimal dengan doa sepenuh hati, masih adalah kemampuan kita yang melebih hal itu? Tentu tidak. Ikuti saja takdir, agar tak berlarut dalam kecewa.

Ada kaidah fikih yang sangat terkenal: "Barangsiapa yang memaksa menyegerakan sesuatu sebelum waktunya, maka dia menanggung akibatnya berupa terhalangnya sesuatu itu untuknya." Ada waktu yang dibutuhkan untuk terlaksananya suatu harapan atau keadaan sesuai dengan takdir yang ditetapkan. Kemampuan manusia terbatas. Sadari hal ini dan teruslah percaya pada ketetapan Dzat yang Kuasanya Tak Terbatas, maka hidup akan bahagia selalu.

Kalaulah keinginan diri yang diletakkan sebagai "panglima" kehidupan, maka selalu saja ego yang akan mendominasi hidup dengan keinginannya yang super tinggi yang harus terealisasi dalam waktu super cepat tanpa peduli hal lain. Ingatlah akan sabda Rasulullah: "Ini dikarenakan seorang musafir yang terlalu cepat mengendarai binatang tunggangannya tidak akan sampai pada tujuannya. Bahkan binatang tunggangannya itu mati."

Kuasa tak terbatas hanya Allah yang bisa menjadikan segala sesuatu itu terjadi kapan saja, di mana saja dan untuk siapa saja. Sementara kita sebagai manusia sungguh teramat lemah. Salam AIM. [*]

Komentar

 
x