Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 04:10 WIB

Membaca Jalan yang Ditapaki Kaki Kita

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 17 Desember 2017 | 00:06 WIB
Membaca Jalan yang Ditapaki Kaki Kita
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

KAKI yang tak mengantarkan ke tempat-tempat kebaikan tak bisa diharap untuk mengantarkan ke dalam surga. Tangan yang tak pernah menyentuh kitab suci, tak "berjabat" dengan tangan-tangan para guru kehidupan, dan tak pernah mengulurkan bantuan pada orang-orang yang hancur tulangnya serta remuk hatinya sungguh tak bisa diharap untuk menyentuh pagar dan pilar surgawi kelak.

Dari sekian banyak tempat yang telah kita kunjungi, seberapa banyakkah yang dikenal dengan tempat kebaikan, sebaik apakah kita menganggapnya dan sebanyak apakah kebaikan yang kita lakukan di dalamnya. Dari sekian banyak tempat yang kita kunjungi, tempat apakah yang paling menyita perhatian kita? Jawaban atas pertanyaan ini adalah salah satu indikator keberpihakan kita akan kebaikan.

Ada banyak orang yang mengagumi tempat-tempat indah dan mengeluarkan banyak uang untuk datang mengunjunginya. Lalu datanglah mereka ke tempat ibadah mereka, tempat mereka menyembah tuhan mereka, yang kebetulan tak memenuhi syarat untuk disebut layak apalagi indah. Bagaimanakah menurut kita jika mereka berinfaq untuk tempat ibadah itu dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan uang yang dihabiskan mengunjungi tempat wisatanya?

"Mereka yang hatinya begitu terpaut dengan keindahan alam dan tak pernah merasakan indahnya hati yang selalu ingat kepada Allah adalah orang-orang yang tertipu yang tak akan pernah merasakan keindahan yang hakiki." Demikian ujar para guru yang sudah sampai pada stasiun keindahan hakiki. Ketika sampai pada stasiun ini, para pejalan tak mau lagi tertipu dengan indahnya impian. Jiwanya terus bangun dan tak tidur lagi. Salam, AIM.

Komentar

 
Embed Widget

x