Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 04:12 WIB

Haramkah Mengonsumsi Lebah?

Oleh : - | Minggu, 10 Desember 2017 | 13:00 WIB
Haramkah Mengonsumsi Lebah?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

Assalamu alaikum wr. wb.
Maaf Ustadz, saya ingin tanya: halal atau haramkah memakan lebah madu/tawon kepala. Mohon penjelasannya! Terimakasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Ronald)

Jawaban
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saudaraku, Ronald yang baik, terima kasih atas pertanyaannya yang sangat bagus sekali. Sekarang ini memang konsumsi lebah, khususnya untuk tujuan kesehatan sedang marak. Untuk menjawab keraguan kita tentang halal atau haramnya mengonsumsi lebah, akan kami paparkan beberapa pendapat para ulama. Tentunya dalam hal ini harus kita pisahkan antara mengonsumsi lebah yang sudah dewasa dengan lebah yang masih berupa larva (Jawa: enthung).

Mengenai hukum mengonsumsi lebah dewasa, Imam Ibnu Rusyd dalam kitab Bidyatul Mujtahid (Kairo: Dar al-Hadits, 2004), juz III, hal. 20, menyebutkan:

"Imam Abu Hamid (al-Ghazali) dari madzhab Syafii menceritakan bahwasanya diharamkan memakan daging hewan yang dilarang dibunuh, ia berkata: seperti lebah."

Ini juga terkait dengan hadits:

"Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaaq, telah mengkhabarkan kepada kami Mamar; dari Az-Zuhriy, dari Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah, dari Ibnu Abbaas, ia berkata: "Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam telah melarang membunuh empat macam hewan: semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad." (Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Ahmad 1/332).

Sedangkan untuk masalah mengonsumsi enthung lebah, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Sullamunnajat (Surabaya: Al-Hidayah, tt), hal. 7, menjelaskan:

"{Cabangan Masalah} Apa yang terdapat di dalam sarang lebah, maka awalnya ia adalah telur, kemudian menjadi ulat, kemudian mati dan menjadi lebah yang bias terbang. Pada bentuknya yang awal ia halal, dan pada bentuk yang selanjutnya ia haram sebagaimana telah ditetapkan oleh sebagian ulama."

Namun demikian, halalnya enthung lebah tersebut adalah jika susah dipisahkan dari madu dan tidak dimakan sendirian, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ahmad Salamah al-Qulyubi dalam Hasyiyah al-Qulyubi (Beirut: Dar al-Fikr, 1995), juz IV, hal. 241:

"Demikian pula dengan ulat yang lahir dari makanan seperti cuka atau buah-buahan, jika ia dimakan berbarengan dengan makanan tersebut dalam kondisi mati, maka hukumnya halal menurut qaul ashah karena sulit untuk membedakannya, berbeda hukumnya jika dimakan terpisah."

Dari tabir-tabir yang ada bisa disimpulkan bahwasanya haram hukumnya memakan lebah yang sudah dewasa, sedangkan memakan enthung lebah hukumnya halal jika termakan bersamaan dengan memakan madu atau sarang madu, dan jika dimakan terpisah maka hukumnya haram.

Demikian jawaban yang bisa kami berikan beserta argumentasinya, semoga bisa bermanfaat. Wallahu alam bi-shawb.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Muhammad Ibnu Sahroji/nuol)

Komentar

 
Embed Widget

x