Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:20 WIB

Toleransi Bukanlah Mengikuti Keyakinan Non-Muslim

Oleh : - | Rabu, 6 Desember 2017 | 10:30 WIB
Toleransi Bukanlah Mengikuti Keyakinan Non-Muslim
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

SIKAP toleransi, ternyata sudah diajarkan dalam agama Islam. Kita harus menghargai perbedaan satu sama lain, terutama dalam hal yang berhubungan dengan keyakinan. Ya, setiap orang memiliki kepercayaannya tersendiri. Dan kita harus menghargai itu.

Tapi, banyak orang yang kebablasan dalam bertoleransi. Mereka cenderung melakukan hal yang diyakini oleh agama lain. Padahal, kita tahu bahwa ajarannya berbeda dengan kita. Dan seharusnya, kita tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh non-Muslim, yang bertentangan dengan syariat Islam.

Ternyata, toleransi berlebihan ini, sudah ada ajakannya sejak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperjuangkan agama Islam.

Suatu ketika, beberapa orang kafir Quraisy yaitu Al Walid bin Mughirah, Al Ash bin Wail, Al Aswad Ibnul Muthollib, dan Umayyah bin Khalaf menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka menawarkan toleransi kebablasan kepada beliau, mereka berkata, "Wahai Muhammad, bagaimana jika kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, maka kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya."

Kemudian turunlah ayat berikut yang menolak keras toleransi kebablasan semacam ini, "Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir), "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku," (QS. Al-Kafirun: 1-6).

Maka, dalam bertoleransi, kita pun harus memiliki sikap yang bijak. Toleransi bukan berarti kita mengikuti keyakinan non-Muslim. Tetapi, kita cukup menghargai saja apa yang mereka lakukan dengan membiarkannya dan tidak berbuat keributan. Biarkanlah mereka lakukan apa yang mereka yakini, sedang kita fokus pada apa yang kita yakini. [muslim.or.id]

Komentar

 
Embed Widget

x