Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:18 WIB

Jadilah Bagian dari Dakwah

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 7 Desember 2017 | 01:04 WIB
Jadilah Bagian dari Dakwah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ALHAMDULILLAH. Segala puji bagi Allah Yang Maha Baik. Meskipun kita seringkali melupakannya, namun Allah tiada pernah henti melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Meskipun kita lebih banyak maksiat, namun Allah tiada pernah berhenti memberikan hidayah-Nya melalui berbagai macam cara. Hanya kepada Allah kita menyembah dan memohon perlindungan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, tidak ada satupun kejadian di dunia ini kecuali harus menjadi hikmah bagi kita. Manusia memisah-misahkan dirinya kepada berbagai macam negara dengan batas-batasnya. Namun, dalam kacamata ilmu tauhiid, semua itu adalah sama saja, semuanya adalah ciptaan Allah dan milik Allah semata. Kita ditakdirkan menjadi orang Indonesia, ini adalah ketetapan Allah Swt. Kita tidak pernah memesan lahir di negara mana, dari suku bangsa mana, berwarna kulit apa dan berbahasa apa. Semua itu adalah ketetapan Allah Swt.

Ini penting untuk kita pahami supaya jangan sampai batasan-batasan seperti batasan negara itu membatasi pula kita untuk mentafakuri kebesaran Allah Swt. Kita melihat ada orang yang berwana kulit merah, kuning, hitam, putih, coklat, maka segera kita mengembalikannya kepada Allah. Tak ada siapapun yang mampu menciptakan makhluk semenakjubkan itu, kecuali Allah Swt, Dzat Yang Maha Menciptakan secara sempurna.

Allah Swt berfirman,"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti."(QS. Al Hujurot [49] : 13)

Jadi, suku bangsa apa saja, kalau dia ahli takwa, maka dialah yang paling mulia. Ahli takwa itu adalah oang yang kuat keyakinannya kepada Allah Swt. Lalu keyakinannya itu berbuah kepatuhan untuk melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan kepasrahan kepada ketetapan-Nya. Ini adalah orang yang mulia dalam pandangan Allah Swt.

Orang yang bertakwa akan nampak dalam kesehariannya melalui perilaku dan akhlaknya. Orang yang bertakwa adalah orang yang mulia, sehingga nampak dalam akhlaknya pun mulia. Orang yang demikian bisa ada di mana saja, di belahan bumi mana saja, di negara mana saja, dari suku bangsa mana saja. Maka, jangan sampai ada perasaan di dalam hati kita merasa paling bertakwa dibandingkan orang dari bangsa lain.

Sebagian dari kita mungkin lebih beruntung karena lahir, tumbuh dan tinggal di tempat yang lingkungannya kondusif untuk membina keimanan kita kepada Allah Swt. Karena di tempat lain ada orang yang tinggal di tengah lingkungan yang sulit untuk memperoleh pendidikan agama, kurang kondusif untuk membina keimanan kepada Allah Swt.

Perbedaan-perbedaan situasi yang seperti demikian harus menjadi bahan tafakur bagi kita dan menjadi penambah semangat bagi kita untuk mensyiarkan Islam lebih luas lagi. Lingkungan yang kondusif jangan sampai membuai kita sehingga berleha-leha, melainkan harus menjadi kesempatan emas bagi kita untuk memperkaya diri dengan ilmu dan aktifitas dakwah.

Betapa indahnya hidup yang tersisi dengan aktifitas dakwah, menjadi jalan hidayah bagi orang lain dan bagi negeri lain. Langit, bumi dan segala apa yang ada di antaranya adalah ciptaan Allah dan milik Allah. Semoga kita bisa ambil bagian dalam aktifitas dakwah Islam, sekecil apapun. Mengajak diri sendiri dan orang lain untuk meraih derajat mulia dengan cara bertakwa kepada Allah Swt.WAllahualam bishowab. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x