Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:15 WIB

Pahami Masalah Secara Utuh Sebelum Menanggapi

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 6 Desember 2017 | 00:02 WIB
Pahami Masalah Secara Utuh Sebelum Menanggapi
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ADA tidaknya hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain itu adalah nyata. Hanya saja kadang kita tak mampu memahaminya sebelum dijelaskan oleh sang empunya peristiwa.

Karena itu jangan mudah menganggap tidak masuk akal akan sesuatu yang belum kita ketahui. Dengarkan kisahnya secara lengkap dan kalau perlu tanyakan motif dan faktor yang mungkin melatarbelakanginya.

Seorang wali kelas hampis saja marah tak terkendali ketika salah seorang muridnya datang ke sekolah terlambat lebih dari dua jam. "Mengapa kamu datang terlambat?" tanya wali murid itu. Siswa kelas 3 SD ini dengan takut dan gemetar menjawab: "Ayah saya tadi pagi tengkar dan marah besar pada kakak saya bapak." Wali murid itu geleng kepala sambil bertanya dalam hati tentang apa hubungannya tengkarnya ayah dan kakaknya dengan keterlambatannya ke sekolah.

"Waduh Nak, apa hubungannya dengan keterlambatanmu? Memangnya kamu jadi wasitnya? Kamu itu suka ngarang alasan saja." Semua anak di kelas tertawa, dan wali murid itupun merasa sudah berada di jalan yang benar. Anak itu tertunduk malu dan kemudian berkata: "Masalahnya pak, ketika ayah saya marah memukul kakak saya, beliau memakai memukulnya memakai sepatu saya, bahkan melempar kakak saya dengan sepatu sebelahnya lagi. Jatuhlah sepatu saya ke parit kotor. Tak mungkin sepatu kotor saya pakai ke sini untuk bertemu dengan Bapak yang selalu bersih dan mendapatkan ilmu yang begitu berharga. Saya cuci sepatu itu, inipun masih belum kering benar."

"Maafkan saya ya pak Guru" ujar anak yang miskin dan lugu ini. Gurunya meneteskan air mata, dan sadar bahwa dirinya berada di jalan yang kurang benar, yakni terburu-buru menyimpulkan sesuatu yang belum lengkap dipahaminya. Salam, AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x