Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:23 WIB

Rajin Salat tetapi juga Rajin Bermaksiat, Kenapa?

Oleh : - | Senin, 4 Desember 2017 | 12:00 WIB
Rajin Salat tetapi juga Rajin Bermaksiat, Kenapa?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

KITA tahu bahwa shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sayangnya, ada yang rajin shalat, namun di luar itu ia masih berjudi. Kami pun mendapatkan cerita seperti itu. Apakah shalatnya yang bermasalah? Coba kita kaji bersama dengan melihat perkataan ulama-ulama salaf di masa silam.

Allah Taala berfirman, "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al Ankabut: 45).

Ibnu Masud pernah ditanya mengenai seseorang yang biasa memperlama shalatnya. Maka kata beliau, "Shalat tidaklah bermanfaat kecuali jika shalat tersebut membuat seseorang menjadi taat." (HR. Ahmad dalam Az Zuhd, hal. 159 dengan sanad shahih dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf 13: 298 dengan sanad hasan dari jalur Syaqiq dari Ibnu Masud).

Al Hasan berkata, "Barangsiapa yang melaksanakan shalat, lantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah." (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dengan sanad yang shahih dari jalur Said bin Abi Urubah dari Qotadah dari Al Hasan)

Abul Aliyah pernah berkata, "Dalam shalat ada tiga hal di mana jika tiga hal ini tidak ada maka tidak disebut shalat. Tiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas itulah yang memerintahkan pada yang maruf (kebaikan). Rasa takut itulah yang mencegah dari kemungkaran. Sedangkan dzikir melalui Al Quran yang memerintah dan melarang sesuatu." (Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim, 6: 65).

Syaikh Salim bin Ied Al Hilali hafizhohullah berkata, "Siapa yang merutinkan shalat dan mengerjakannya di waktunya, maka ia akan selamat dari kesesatan." (Bahjatun Nazhirin, 2: 232).

Jika ada yang sampai berbuat kemungkaran, maka shalat pun bisa mencegahnya dari perbuatan tersebut. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ia mengatakan, "Ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Ia berkata, "Ada seseorang yang biasa shalat di malam hari namun di pagi hari ia mencuri. Bagaimana seperti itu?" Beliau lantas berkata, "Shalat tersebut akan mencegah apa yang ia lakukan." (HR. Ahmad 2: 447, sanadnya shahih kata Syaikh Syuaib Al Arnauth).

Nah berarti shalat yang baik adalah shalat yang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Inilah shalat yang mesti dibentuk. Jadi kalau ia rajin shalat, malah masih terus melakukan dosa besar, maka shalatnya lah yang mesti diperbaiki. Wallahu alam. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x