Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:24 WIB

Kepedihan Berharap

Oleh : - | Kamis, 30 November 2017 | 01:05 WIB
Kepedihan Berharap
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ALI Bin Abi Thalib karramallah wajhahu pernah mengatakan, aku telah mengalami berbagai kepedihan tapi tiada yang lebih pedih selain berharap kepada manusia. Hati-hati jika hati ini sudah mulai berharap, bergantung kepada manusia. Allah Swt tidak menyukai hati yang bersandar kepada selain Dia.

Kepedihan itu adalah Allah menghujamkan. Jadi kalau hati ini pedih, hati ini luka, hati ini robek, itu Allah yang melakukannya agar kita tidak bersandar kepada makhluk. Semain kuat kita berharap kepada makhluk, Allah pasti tahu isi hati kita. Wahuwa aliymun bidzaatishudur, Dan dia mengetahui apa yang ada di dalam hati. Maka Allah tanamkan gelisah, Allah tanamkan kegelisahan.

Mari kita berlatih untuk tidak bergantung atau berharap dari makhluk silakan dirasa-rasakan saja. Kalau sudah bersandar kepada makhluk tidak nyaman hati ini, salah satu contoh yang paling sederhana adalah, kalau WA atau BBM sudah dibaca tapi tidak dibalas. Ketahuilah bahwa Alquran itu memerintahkan Iqra atau bacalah bukan balaslah, jadi tidak apa-apa jika tidak dibalas.

Tenang saja, dunia baik-baik saja, tidak usah ingin dilihat orang, Allah pasti paham melihat apa yang kita lakukan tidak perlu segala diekspos di media sosial karena pasti sudah tercatat. Orang tidak tahu tidak apa, karena Allah pasti tahu. Lebih nyaman hadirin.

Kebutuhan kita untuk dikagumi orang, diakui orang, dihargai orang itu membuat kita terhijab dari Allah Swt. Tidak akan tertukar apa yang Allah tentukan untuk kita pasti ketemu. Apa yang bukan untuk kita pasti tidak akan ketemu. Sibuklah berbuat apa yang Allah sukai,

Andaipun perbuatan kita harus diketahui orang, Allah yang akan membuka jalan sehingga orang lain tahu tanpa kita niat ria sedikitpun. Andaipun kita ingin memperlihatkan kebaikan kita, tapi Allah tidak suka, tidak akan jadi amal apapun juga. Maka sibuklah dengan hasbunalloh wanimal wakil, nikmal maula wanimal nashir, cukuplah Allah sebaik-baik penolong, pelindung kita.

Mudah-mudahan kita bisa peka membaca hati kita sendiri. Kalau sudah mulai gelisah, galau, pedih, biasanya karena berharap kepada makhluk. Tenang saja, Allah maha dekat, Maha Kuasa, Maha Memiliki, Maha Menentuikan segalanya, tidak ada yang terjadi tanpa izin Allah, sedangkan makhluk la haula wala kuwata illa billah. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x