Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 04:19 WIB

Rasulullah Tak Pernah Perintahkan Maulid Nabi

Oleh : - | Jumat, 1 Desember 2017 | 15:00 WIB
Rasulullah Tak Pernah Perintahkan Maulid Nabi
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

PERINGATAN Maulid Nabi dilakukan dalam rangka mengingat kelahiran, keistimewaan, mukjizat, sirah, dan mengetahui akhlak Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Kita pun diperintahkan untuk melakukan hal-hal tadi dalam rangka menjadikan meneladani beliau. Karena Allah Taala berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" (QS. Al Ahzab: 21).

Inilah di antara syubhat yang dilontarkan oleh sebagian orang. Dan syubhat (kerancuan) dalam perayaan maulid ini diambil oleh ulama yang Pro Maulid semacam Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab beliau Adz Dzakho-ir Al Muhammadiyyah hal. 269. Apakah alasan di atas dapat melegalkan peringatan maulid? Berikut beberapa sanggahan untuk menyanggah kerancuan di atas:

Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah pernah memerintahkan umatnya untuk memperingati maaulid dan tidak pernah memerintahkan mengingat kelahiran, karakter istimewa, mukjizat, sirah dan akhlak mulia Nabi shallallahu alaihi wa sallam secara khusus melalui peringatan maulid. Bahkan hal ini merupakan bidah yang diada-adakan sepeninggal beliau shallallahu alaihi wa sallam. Bidah maulid mulai muncul sekitar 600 tahun sepeninggal beliau. Padahal mengenai perkara bidah telah diperingatkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam sendiri,

"Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak." (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Beliau shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, "Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Muslim no. 1718)

Hadits-hadits semacam ini menunjukkan tercelanya peringatan maulid dan perayaan tersebut merupakan perayaan yang mardud (tertolak).

[baca lanjutan: Hanya Maulid? Mengenal Nabi itu Sepanjang Waktu]

Komentar

 
Embed Widget

x