Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 10:49 WIB

Hukum Menghadiri Perayaan Maulid Nabi

Jumat, 1 Desember 2017 | 12:00 WIB

Berita Terkait

Hukum Menghadiri Perayaan Maulid Nabi
(Foto: Istimewa)

BOLEHKAH seseorang menghadiri perayaan yang bidah seperti perayaan maulid nabi, isro miroj, malam nishfu syaban, namun ia tidak meyakini bahwa perayaan-perayaan tadi disyariatkan, ia cuma bertujuan menjelaskan kebenaran?

Pertama, perayaan yang disebutkan dalam pertanyaan di atas adalah perayaan yang tidak boleh dirayakan bahkan perayaan yang bidah yang mungkar.

Kedua, jika memang kita bermaksud untuk menghadiri perayaan-perayaan tersebut dalam rangka menasehati dan mengingatkan bahwa perayaan tersebut termasuk bidah (perkara yang diada-adakan dalam agama), maka itu adalah suatu hal yang disyariatkan, lebih-lebih lagi jika yakin memiliki argumen yang kuat dan yakin selamat dari fitnah.

Namun jika menghadirinya tidak dalam rangka demikian, hanya bersenang-senang saja, maka seperti itu tidak dibolehkan karena termasuk dalam berserikat dengan mereka dalam hal yang mungkar dan malah menambah tersebar serta semakin meriahnya bidah mereka.

Wa billahit taufiq, wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam [Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyyah wal Ifta no. 6524, 3/38/Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz]

Komentar

Embed Widget
x