Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 Februari 2018 | 02:55 WIB
 

Maulid Nabi: Rasul Tak Peringati Hari Lahirnya

Oleh : - | Jumat, 1 Desember 2017 | 09:00 WIB
Maulid Nabi: Rasul Tak Peringati Hari Lahirnya
(Foto: Ilustrasi)

INI adalah beberapa kerancuan dari orang yang membela acara maulid Nabi dan jawaban dari kerancuan tersebut. Semoga bermanfaat.

[Keempat] Nabi memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa. Sebagian beralasan dengan puasa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada hari Senin, karena pada hari tersebut adalah hari kelahirannya. Ini berarti hari kelahiran boleh dirayakan. Ketika beliau shallallahu alaihi wa sallam ditanyakan mengenai puasa pada hari Senin, beliau pun menjawab,

"Hari tersebut adalah hari kelahiranku, hari aku diangkat sebagai Rasul atau pertama kali aku menerima wahyu." (HR. Muslim [Muslim: 14-Kitab Ash Shiyam, 36-Bab Anjuran Puasa Tiga Hari Setiap Bulannya])

Sanggahan: Bagaimana mungkin dalil di atas menjadi dalil untuk merayakan hari kelahiran beliau? Ini sungguh tidak tepat dalam berdalil. Lihatlah Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah melaksanakan puasa pada tanggal kelahirannya yaitu tanggal 12 Rabiul Awwal, dan itu kalau benar pada tanggal tersebut beliau lahir. Karena dalam masalah tanggal kelahiran beliau masih terdapat perselisihan. Yang beliau shallallahu alaihi wa sallam lakukan adalah puasa pada hari Senin bukan pada 12 Rabiul Awwal! Seharusnya kalau mau mengenang hari kelahiran Nabi dengan dalil di atas, maka perayaan Maulid harus setiap pekan bukan setiap tahun.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik. Insya Allah berikutnya kami akan sampaikan syubhat (kerancuan lainnya). Semoga Allah beri kemudahan. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x