Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 22:28 WIB
 

Maulid Nabi: Mencintai Nabi hanya Sekali Setahun?

Oleh : - | Jumat, 1 Desember 2017 | 06:00 WIB
Maulid Nabi: Mencintai Nabi hanya Sekali Setahun?
(Foto: Ilustrasi)

INI adalah beberapa kerancuan dari orang yang membela acara maulid Nabi dan jawaban dari kerancuan tersebut. Semoga bermanfaat.

[Pertama] Maulid adalah Bentuk Rasa Syukur, Pengagungan dan Penghormatan pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Cukup kami jawab, kalau memang maulid adalah bentuk syukur, mengapa sejak generasi sahabat hingga imam mazhab yang empat tidak ada yang melakukan perayaan ini? Apakah keimanan mereka lebih rendah dibanding orang-orang sekarang yang merayakannya? Apakah orang ini menyangka lebih mendapat petunjuk daripada generasi awal tersebut?

Semoga kita dapat merenungkan perkataan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah berikut. "Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya."

Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bidah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. (Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)

Juga kami katakan, "Mengapa ucapan syukur, penghormatan dan pengagungan pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam hanya sekali dalam setahun, hanya pada 12 Rabiul Awwal? Mengagungkan, mencintai beliau shallallahu alaihi wa sallam dan bersyukur bukan hanya sekali setahun, namun setiap saat dengan mentaati dan selalu ittiba pada beliau."

[baca lanjutan: Maulid Nabi: Bidah yang Baik atau Tercela?]

Komentar

 
Embed Widget

x