Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 04:15 WIB

Berpisah Karena Kematian, Ini Masa Idah bagi Istri

Oleh : - | Sabtu, 25 November 2017 | 14:00 WIB
Berpisah Karena Kematian, Ini Masa Idah bagi Istri
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

IDDAH adalah masa di mana wanita yang baru saja berpisah dengan suaminya tidak boleh untuk menikah dan tidak boleh melakukan hal-hal yang menjadi wasilah kepada pernikahan. Adapun bagi wanita yang berpisah dari suaminya karena kematian maka:

1. Dalam keadaan hamil maka iddahnya adalah sampai dia melahirkan kandungannya, walaupun itu hanya beberapa hari setelah kematian suaminya. Allah Taala berfirman yang artinya, "Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya." (QS. Ath-Thalaq: 4)

Diperjelas dalam hadis Al-Miswar bin Makhramah radhiallahu anhu dia berkata: "Subaiah Al Aslamiyyah melahirkan beberapa hari setelah suaminya wafat, lalu ia pun menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam dan meminta izin untuk menikah. Maka beliau pun mengizinkannya." (HR. Al-Bukhari)

2. Tidak dalam keadaan hamil, maka iddahnya adalah selama 4 bulan 10 hari, jadi bukan hanya 4 bulan saja.

Berdasarkan firman Allah Taala yang artinya, "Orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beriddah) empat bulan sepuluh hari." (QS. Al-Baqarah: 234)

Dan juga hadits Ummu Athiyah radhiallahu anha dia berkata:

"Kami dilarang berkabung atas kematian di atas tiga hari kecuali atas kematian suami, yaitu selama empat bulan sepuluh hari. Selama masa itu dia tidak boleh bercelak, tidak boleh memakai wewangian, tidak boleh memakai pakaian yang berwarna kecuali pakaian ashab. Dan kami diberi keringanan bila hendak mandi seusai haid untuk menggunakan sebatang kayu wangi. Dan kami juga dilarang mengantar jenazah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wallahu A'lam. [Ustadzah Dra Indra Asih]

Komentar

 
Embed Widget

x