Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:22 WIB

Perumahan Tanpa Kegaduhan

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Sabtu, 25 November 2017 | 00:07 WIB
Perumahan Tanpa Kegaduhan
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

BISNIS perumahan tetap saja ramai peminat. Pameran properti selalu saja dipadati pengunjung. Real estate dan real property menjadi bahasa yang sangat populer dalam masyarakat walau mereka tak sepenuhnya tahu akan makna sesungguhnya. Perumahan yang laku keras adalah perumahan yang akses jalannya cukup lebar dan lancar, lokasinya bebas banjir dan memiliki beberapa fasilitas pendukung yang memuaskan selera.

Masalah harga tidak lagi menjadi masalah pokok. Nilai gengsi menjadi nilai yang lebih pokok. Satu lokasi dengan orang-orang berkelas akan menjadi pembangga karena telah menempatkan kelas diri sejajar dengan kelas mereka. Lalu, apakah hal ini menjadikan pemilik rumah itu bahagia?

Senang dan bangga mungkin saja bisa disetengahpastikan, namun bahagia belum tentu dan tunggu dulu. Kalau yang terjadi dalam lingkungan itu adalah persaingan, sangat mungkin yang selalu lahir adalah panas ego dan sakit hati.

Ada hal lain yang menjadikan seseorang tertarik pada lokasi perumahan tertentu, yakni aspek kedamaian, bebas dari kegaduhan dan bebas dari orang yang suka mengganggu privasi serta ketenangan keluarga. Adakah perumahan yang seperti ini? Adakah tetangga yang selamanya tak punya waktu bicara dengan dan membicarakan tentang tetangganya? Berikut adalah kisah yang membuat saya tertegun merenung panjang.

Syekh al-Awza'i berkata kepada seorang temannya yang bijak sekali: "Aku ingin sekali memiliki rumah yang tetangga-tetangga sebelahnya tidak pernah berghibah, tidak pernah iri hati/dengki, dan tidak pernah marah." Keinginan seperti ini wajar saja, bukan? Sepertinya semua kita juga ingin punya rumah seperti itu. Teman bijak itu kemudian memegang tangan Syekh Awza'i dan menuntunnya menuju lokasi kuburan sambil berkata: "Di sinilah tempatnya."

Ada tetangga yang membicarakan kita dengan tak baik, iri hati dan marah kepada kita? Santai saja, berarti rumah kita bukan di lokasi kuburan. Salam, AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x