Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 04:09 WIB

Bahaya! Inilah Bidah yang Paling Parah

Oleh : - | Kamis, 23 November 2017 | 08:00 WIB
Bahaya! Inilah Bidah yang Paling Parah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

PERNAH dengar istilah bidah? Bidah secara etimologi (bahasa) berarti suatu yang baru, yang tidak ada contoh sebelumnya. Namun kalau maksud bidah secara terminologi (istilah) adalah setiap itiqad, perkataan, perbuatan dalam rangka beribadah pada Allah Taala yang tidak ada dalil yang mendukung pensyariatannya atau bentuknya karena meninggalkan sesuatu karena Allah.

Ternyata bidah itu bukan sekedar amalan yang tidak ada tuntunan saja. Bidah itu bertingkat-tingkat, ada bidah yang paling parah. Bidah dibagi menjadi tiga:
- Bidah itiqadiyyah
- Bidah amaliyyah
- Bidah at-tark

Bidah itiqadiyyah adalah bidah yang menyelisihi firman Allah dan sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam dalam hal keyakinan atau akidah. Contoh: bidah tamtsil (menyatakan Allah semisal makhluk), bidah tathil (menolak nama dan sifat Allah), bidah qadariyyah (menolak takdir Allah), bidah jabariyyah (meyakini semua berjalan dengan takdir Allah, tak ada usaha manusia).

Bidah amaliyyah adalah menyembah Allah tanpa memakai tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Bentuknya bisa jadi membuat amalan baru, menambahkan atau melakukan pengurangan dalam ibadah yang disyariatkan. Contoh: mendirikan bangunan di atas kubur, berdoa di sisi kubur, membangun masjid di atas kubur atau di area pekuburan, menjadikan perayaan (haul) di sisi kubur, atau membuat perayaan-perayaan baru yang tidak disyariatkan.

Bidah at-tark adalah meninggalkan suatu yang mubah dalam rangka ibadah padahal dalam ajaran Islam tidak menganggap meninggalkannya sebagai ibadah. Contoh: meninggalkan makan daging dalam rangka ibadah, enggan menikah dan mengharap sebagai pahala (seperti yang dilakukan biarawati, pen.). Seperti ini termasuk bidah yang diharamkan.

Allah Taala berfirman, "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS. Asy-Syura: 21)

Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Amma badu: Sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Nabi Muhammad. Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang baru dan setiap perkara bidah adalah sesat." (HR. Muslim, no. 867)

Bidah pertama di atas tentu lebih parah daripada bidah lainnya karena berkaitan dengan masalah itiqad atau keyakinan. Semoga Allah menjauhkan kita dari setiap bidah yang menyesatkan.

[Referensi: Al-Mukhtashor fi Al-Aqidah/Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x