Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:20 WIB

Awas! Lebih Beriman pada Jibt dan Thagut

Oleh : - | Selasa, 21 November 2017 | 08:00 WIB
Awas! Lebih Beriman pada Jibt dan Thagut
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

MASIH ada yang percaya pada sihir, ramalan, dukun dan dunia klenik. Hati-hati, itu termasuk bentuk keimanan pada jibt dan thagut.

Allah Taala berfirman, "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 51)

Dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim karya Ibnu Katsir disebutkan perkataan Umar bin Al-Khattab bahwa jibt adalah sihir, thagut adalah setan. Ada juga yang menyebut jibt adalah setan, juga dimaknakan syirik, juga dimaknakan ashnam (patung berhala), sebagaimana pendapat dari Ibnu Abbas. Asy-Syabi menyatakan bahwa jibt adalah kahin (dukun). Lihat Tafsir Al-Quran Al-Azhim, 3: 138.

Syaikh As-Sadi rahimahullah menyatakan, "Inilah jeleknya Yahudi dan bagaimanakah hasad mereka pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan kaum mukminin. Tingkah laku dan tabiat mereka sangat jelek. Mereka enggan beriman pada Allah dan Rasul-Nya dan lebih memilih beriman pada jibt dan thagut. Yang dimaksud adalah beriman dengan melakukan peribadahan pada selain Allah atau berhukum dengan selain hukum Allah. Maka termasuk di dalamnya adalah percaya pada sihir, ramal atau perdukunan, beribadah pada selain Allah dan taat pada setan. Semua itu termasuk jibt dan thagut." (Tafsir As-Sadi, hlm. 179)

Thagut sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam Ilam Al-Muwaqiin, "Segala yang seorang hamba melampaui batas terhadapnya, baik itu sesuatu yang disembah, sesuatu yang diikuti atau sesuatu yang ditaati."

Masih adakah di zaman ini yang percaya pada jibt dan thagut? Wujud jibt dan thagut di zaman ini, itulah yang sering kita temukan dalam dunia klenik dan dunia rajah serta jimat. Moga Allah memberikan taufik dan hidayah. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x