Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:11 WIB

Kursi Bisa Lebih Mulia dari yang Mendudukinya

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 19 November 2017 | 00:05 WIB
Kursi Bisa Lebih Mulia dari yang Mendudukinya
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ALKISAH dari negeri seberang tentang seorang pejabat yang lihai sekali memanjatkan karirnya dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri tanpa ada yang mampu menyingkirkannya. Entah sudah berapa kursi jabatan yang didudukinya. Kursi jabatan terakhirnya tinggi sekali. Rakyat hapal sekali dengan namanya yang selalu menghiasi media.

Salah seorang pembantunya meninggal dunia karena tabrakan yang tidak begitu serius sebenarnya. Sepeda motor yang dinaikinya menabrak pagar bambu tetangga sebelah rumahnya. Maut memang bisa dengan berbagai cara tak terduga, walau kadang tak masuk akal. Lukanya tak serius, cuma ujung hidungnya yang luka, namun bisa menyebabkan kematiannya. Dugaannya adalah karena kain perban lukanya menutupi kedua lubang hidung.

Saat pembantunya meninggal, begitu banyak yang melayat, berta'ziyah. Karangan bunga menumpuk di halaman rumah pejabat itu. Pejabat-pejabat yang eselonnya di bawah dirinya mayoritas datang. Luar biasa ramai.

Enam bulan setelah kematian pembantunya, pejabat ini pun mati. Ternyata tak banyak yang melayatnya, cuma saudara dan tetangga dekat. Para pejabat malah banyak yang datang berkunjung ke rumah calon penggantinya, yang akan mengisi kursi jabatan yang ditinggalkannya.

Bacalah kembali dan renungkan betapa kursi itu mulia melebihi derajat yang mendudukinya. Orang mulia yang sesungguhnya adalah orang mulia karena dirinya sendiri, karena ilmunya, agamanya dan akhlaknya sendiri. Jangan tertipu. Salam, AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x