Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:13 WIB

Orang Saleh Dilarang Mengharap Kematian

Oleh : - | Senin, 20 November 2017 | 10:00 WIB
Orang Saleh Dilarang Mengharap Kematian
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

"Janganlah kalian berangan-angan mengharapkan datangnya kematian. Karena, kalaulah dia orang baik, siapa tahu ia bisa menambah kebaikannya. Dan kalaulah dia adalah orang jahat, siapa tahu ia bisa meminta penangguhan (untuk bertobat)." (HR. Bukhari)

Hadis di atas diriwayatkan dari Abu Hurairah. Adapun hikmah yang dapat diambil dari hadis ini adalah:

1. Bahwa dalam menjalani roda kehidupan di dunia ini, tak jarang ada jurang terjal menghadang, ada aral besar yang melintang atau bahkan samudera luas yang membentang menghadang setiap langkah dalam menempuh perjalanan. Dan tak jarang, tajamnya aral yang melintang, ditambah dengan gelapnya sisi lain kehidupan dunia yang diwarnai dengan saling fitnah dan saling hantam, dihiasi juga dengan keburukan dan kemunafikan, membuat sebagian orang berputus asa dalam menjalani bentangan samudera kehidupan. Karena ia beranggapan, lebih baik "pulang" sekarang menuju kematian, daripada harus menunggu hari esok yang entah fitnah apalagi yang akan menghadang, ataupun karena beratnya beban kehidupan, di tengah hedonismenya zaman, atau juga karena beratnya permasalahan, yang terasa demikian mencengkeram.

2. Namun, ternyata hadis di atas melarang siapapun untuk berharap dan mengangankan kematian, terhenti dari segala aktifitas duniawi dan aktifitas pekerjaan. Karena betapapun, setiap detik kehidupan adalah anugerah Illahi, yang tentunya akan sangat berarti. Bisa jadi, dengan masih langgengnya nafas dalam badan, akan menambah kebaikan bagi setiap orang yang mendambakan keridaan Ar-Rahman. Atau dengan masih langgengnya kehidupan, akan semakin memberi kesempatan bagi orang yang berbuat maksiat, untuk melakukan tobat nasuha.

3. Maka, Islam mengajarkan optimisme dalam menapaki jalan menuju hari depan, dan melarang pesimisme dalam mengarungi setiap cobaan dan ujian. Karena sekali lagi, setiap detik nafas yang dihembuskan, adalah samudera potensi kebaikan. Allah Ta'ala berfirman, "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf: 87)

Wallahu A'lam. [Ustaz Rikza Maulan, Lc., M.Ag.]

Komentar

 
Embed Widget

x