Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 15:58 WIB

Setan Pun tak Membenarkan Allah Disekutukan

Oleh : - | Minggu, 19 November 2017 | 10:00 WIB
Setan Pun tak Membenarkan Allah Disekutukan
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

KELICIKAN setan, Allah Ta'ala ceritakan dalam ayat berikut:

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. Ibrahim: 22)

Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah mengutip dari umumnya ahli tafsir:

"Pada saat ahli surga masuk ke surga, dan ahli neraka masuk ke neraka, maka penduduk neraka begitu marah kepada Iblis. Lalu Iblis pun berdiri di antara mereka dan berkhotbah, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan."

Maroji': Imam Ibnul Jauzi, Zaadul Masiir fi 'Ilmit Tafsiir, 2/510

Pelajaran penting dari ayat ini:
1. Ini adalah pengakuan setan saat hari pembalasan.
2. Setan mengakui Allah punya janji dan janji-Nya adalah haq.
3. Setan menyatakan dirinya juga berjanji tapi dia mengakui telah ingkar terhadap janjinya.
4. Setan menyatakan dia tidak berkuasa untuk memaksa manusia mengikuti dirinya, tapi dasar manusianya saja yang mau mengikutinya.
5. Maka, kata setan kepada manusia, jangan salahkan aku tapi salahkan diri kalian sendiri.
6. Setan mengakui dirinya lemah dan tidak mampu menolong manusia yang mengikutinya, manusia itu pun tidak mampu menolong dirinya sendiri.
7. Bahkan, setan pun tidak suka dan tidak membenarkan kalau manusia melakukan kesyirikan, padahal kesyirikan itu disebabkan rayuannya.

Wallahu A'lam bis shawab. [Ustaz Farid Nu'man Hasan]

Komentar

 
Embed Widget

x