Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 04:18 WIB

Cepat Kaya dengan Jalan Korupsi

Oleh : - | Sabtu, 18 November 2017 | 12:00 WIB
Cepat Kaya dengan Jalan Korupsi
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

RASULULLAH shallallahu alaihi wa sallam, bukanlah khawatir kita menjadi miskin. Yang beliau khawatirkan adalah kita terus berlomba untuk berbangga dengan harta. Di zaman ini, berbagai jalan untuk cepat kaya pun ditempuh seperti cari kesempatan korupsi.

Korupsi adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Dari korupsi inilah terjadi penggelapan dana dan uang. Padahal seorang muslim dituntut untuk amanat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Tunaikanlah amanat pada orang yang memberikan amanat padamu dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu." (HR. Abu Daud no. 3535, Tirmidzi no. 1264 dann Ahmad 3: 414, shahih).

Pegawai yang disebut amanat berarti yang memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagai pegawai. Di antara tanda pegawai yang amanat terhadap kewajibannya:
- Jika telah ada ketetapan waktu awal dan akhir kerja, maka ia harus memenuhi aturan tersebut. Tidak boleh seorang pegawai telat datang kerja dan lebih awal pulang atau ketika jam kerja malah berada di pusat perbelanjaan.
- Tidak memanipulasi sisa uang perjalanan dinas. Beberapa pegawai ada yang sengaja memanipulasi laporang keuangan perjalanan dinas dan mengambilnya untuk masuk ke kantongnya sendiri.
- Tidak menerima suap dan segala bentuk gratifikasi. Dalam hadits disebutkan, "Hadiah bagi pejabat (pekerja) adalah ghulul (khianat)." (HR. Ahmad 5: 424, shahih).

[baca lanjutan: Cepat Kaya dengan Menggandakan Uang]

Komentar

 
Embed Widget

x