Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:00 WIB

Ingatlah, Tiap Musibah akan Hapuskan Dosa

Oleh : - | Minggu, 19 November 2017 | 15:00 WIB
Ingatlah, Tiap Musibah akan Hapuskan Dosa
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

Pelajaran keempat yang bisa diambil dari Nabi Ayyub, ingatlah setiap musibah yang menimpa kita akan menghapuskan dosa.

Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah seorang mukmin tertimpa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada masa depan), sedih (akan masa lalu), kesusahan hati (berduka cita) atau sesuatu yang menyakiti sampai pada duri yang menusuknya, itu semua akan menghapuskan dosa-dosanya." (HR. Bukhari, no. 5641 dan Muslim, no. 2573. Lihat Syarh Shahih Muslim, 16: 118 dan Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 1: 491)

Ketika setan menggodanya saat beliau tertimpa musibah, Nabi Ayyub alaihis salam menyatakan, "Segala puji bagi Allah. Dialah yang memberi, Dialah pula yang berhak mengambil." Lalu Nabi Ayyub juga menyebutkan bahwa dia tidak memiliki harta dan jiwa sama sekali. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 17: 177)

Pelajaran kelima, tingkatan yang paling tinggi dalam menghadapi musibah adalah bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah. Karena ada berbagai hikmah dari musibah yang tidak kita pahami. Satu pelajaran lagi yang diambil dari kisah Nabi Ayyub adalah bagaimana kesabaran beliau yang luar biasa, padahal ia mendapatkan musibah hingga 18 tahun, riwayat lain mengatakan 7 tahun, 7 bulan, 7 hari.

Hanya istri Nabi Ayyub yang bernama Rahmah yang mengurus Nabi Ayyub alaihis salam. Saat mengurus dan membawa bekal pada beliau, istrinya sampai pernah bertanya kepada Nabi Ayyub yang sudah menderita sakit sangat lama, "Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar."

Nabi Ayyub menjawab, "Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku yaitu 70 tahun." Istrinya pun semakin cemas. Akhirnya karena tak sanggup lagi, istrinya mempekerjakan orang lain untuk mengurus suaminya sampai memberi makan padanya. (Lihat Tafsir Al-Quran Al-Azhim, 5: 349-350)

Lihatlah bagaimana kesabaran beliau, musibah beliau padahal telah berat namun beliau masih menganggapnya belum seberapa. Jika masa sehat beliau sama dengan sakitnya, itulah baru berat. Luar biasa. Istri beliau pun istri yang taat, mau mengurus beliau ketika susah semacam itu, tidak meninggalkan beliau. Semoga Allah mengaruniakan kita sifat sabar dan moga musibah kita segera terangkat.

[Naskah Khutbah Masjid Jami Al-Adha Pesantren Darush Sholihin/Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x