Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:01 WIB

Haram! Jangan Telan Darah yang Keluar dari Gusi

Oleh : - | Kamis, 16 November 2017 | 18:00 WIB
Haram! Jangan Telan Darah yang Keluar dari Gusi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

PERTAMA, gusi berdarah tidak membatalkan wudu. Karena keluar darah tidak menyebabkan wudu seseorang menjadi batal. Mengingat keluar darah tidak membatalkan wudu maka salat yang dikerjakan juga tidak batal.

Kedua, darah termasuk sesuatu yang haram dikonsumsi. Karena itu, ketika gusi seseorang berdarah, dia dilarang untuk menelannya. Imam Ibnu Utsaimin mengatakan:

Keluar darah dari mulut setelah wudhu, tidak membatalkan wudhu. Bahkan jika keluar darah dari selain mulut, keluar banyak atau sedikit, tidak batal wudunya. Namun jika gusi berdarah, dia tidak boleh menelannya, karena Allah berfirman, (yanga artinya): "Diharamkan bagi kalian bangkai dan darah."

Ketiga, solusi paling tepat dalam hal ini adalah meludahkanya di tisu atau sapu tangan, jika tidak memungkinkan meludahkannya di tanah.

Di antara dalil yang menunjukkan bolehknya meludah ketika salat,

1. Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah menemukan dahak yang menempel di tembok masjid yang searah dengan kiblat. Wajah beliau menunjukkan roman tidak nyaman, dan beliau mengeriknya, kemudian bersabda, "Sesungguhnya orang mukmin ketika sedang salat, dia sedang bermunajat dengan Tuhannya. Karena itu, janganlah dia meludah ke depan atau ke kanan, namun meludahlah ke kiri atau ke bawah kakinya." (HR. Bukhari 413)

2. Al-Bukhari dalam sahihnya secara muallaq mengatakan, "Ibnu Abi Aufa pernah meludahkan darah dan beliau tetap melanjutkan salatnya." (Shahih Bukhari 1/46)

Dalil di atas menunjukkan bahwa meludah ketika salat tidaklah membatalkan salat.

Keempat, bolehkah tisu yang tercampur darah itu di saku? Pembahasan ini kembali pada hukum darah, najis ataukah bukan najis. Pendapat yang kuat, darah manusia bukan najis. Di antara dalilnya, keterangan Jabir radhiyallahu anhu,

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan peperangan Dzatur Riqa. Dan ada seorang sahabat yang terkena panah (ketika salat), dan darahnya keluar. Namun dia tetap lanjutkan rukuk dan sujudnya serta menyelesaikan salatnya. (Shahih Bukhari secara muallaq, 1/46)

Karena itu, tisu atau sapu tangan bekas darah ini boleh disimpan di saku. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

 
Embed Widget

x