Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:03 WIB

Muslim Difitnah karena Takut Orang Lain Jadi Islam

Oleh : - | Selasa, 14 November 2017 | 11:00 WIB
Muslim Difitnah karena Takut Orang Lain Jadi Islam
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

TERKADANG orang-orang kafir ada yang merasa terganggu ketika mereka dijelaskan tentang agama Islam. Entah karena takut orang-orang jadi masuk Islam atau karena pengaruh dengki atau boleh jadi argumentasi mereka memang lemah.

Lalu mereka menuduh orang yang mempresentasikan konsep ajaran Islam sebagai pencela agama mereka. Padahal yang dilakukan bukan pencelaan, melainkan diskusi yang logis dan masuk akal, berdasarkan fakta dan realita.

Akan tetapi karena mereka belum apa-apa sudah anti-pati duluan, akhirnya siapa pun yang menjelaskan konsep agama Islam dengan aqidah yang lurus, pasti dikatakannya sebagai celaan terhadap agama atau berhala mereka.

Di dalam Alquran, hal seperti itu memang disebutkan:

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok., "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah. (QS. Al-Anbiya': 36)

Bahkan dahulu saat nabi Ibrahim alaihissalam berdakwah dan menjelaskan tentang konsep agama tauhid serta yang tidak menyembah patung, beliau malah dituduh mencela berhala.

Mereka berkata, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim." (QS. Al-Anbiya': 60)

Jadi kasus di mana bicara tentang sesuatu yang ilmiyah, logis dan masuk akal tentang konsep agama Islam, lalu orang kafir sakit hati dan menuduh kita mencela agama mereka, bukan cerita yang baru. Cerita seperti itu sudah lama ada sejak zaman dahulu.

Kita tidak mencaci tidak memaki, tetapi dituduh demikian. Maka kita perlu klarifikasi dengan cara yang baik. Sebab dalam Islam memang diharamkan mencaci maki, termasuk mencaci maki suatu agama. Dalam berdakwah untuk mengajak ke jalan yang benar, kita hanya bertugas menjelaskan kebenaran. Tidak ada celaan, makian, hinaan apalagi paksaan.

"Tidak ada paksaan untuk agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat." (QS. Al-Baqarah: 256)

Wallahu a'lam bishshawab, wasssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Ahmad Sarwat, Lc]

Komentar

 
Embed Widget

x