Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:03 WIB

Contoh Mencari Berkah yang Keliru

Tabaruk dengan Orang Saleh setelah Wafatnya

Oleh : - | Senin, 13 November 2017 | 15:00 WIB
Tabaruk dengan Orang Saleh setelah Wafatnya
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

MENCARI berkah yang keliru di sini karena tidak ada dasar pegangan dalil yang kuat di dalamnya. Di sini kami akan contohkan beberapa hal yang termasuk ngalap berkah yang keliru.

Jika terhadap Nabi shallallahu alaihi wa sallam saja tidak diperkenankan tabarruk dengan kubur beliau dengan mencium atau mengusap-usap kubur tersebut, maka lebih-lebih dengan kubur orang saleh, kubur para wali, kubur kyai, kubur para habib atau kubur lainnya.

Tidak diperkenankan pula seseorang meminta dari orang saleh yang telah mati tersebut dengan doa "wahai pak kyai, sembuhkanlah penyakitku ini", "wahai Habib, mudahkanlah urusanku untuk terlepas dari lilitan hutang", "wahai wali, lancarkanlah bisnisku".

Permintaan seperti ini hanya boleh ditujukan pada Allah karena hanya Allah yang bisa mengabulkan. Sehingga jika doa semacam itu ditujukan pada selain Allah, berarti telah terjatuh pada kesyirikan. Begitu pula yang keliru, jika tabarruk tersebut adalah tawassul, yaitu meminta orang saleh yang sudah tiada untuk berdoa kepada Allah agar mendoakan dirinya.

[baca lanjutan: Contoh Mencari Berkah yang Keliru: Tabaruk dengan Pohon, Batu dan Benda]

Komentar

 
Embed Widget

x