Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 19:21 WIB

Contoh Mencari Berkah yang Keliru

Tabaruk dengan Kubur Rasulullah

Oleh : - | Senin, 13 November 2017 | 12:00 WIB
Tabaruk dengan Kubur Rasulullah
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

MENCARI berkah yang keliru di sini karena tidak ada dasar pegangan dalil yang kuat di dalamnya. Di sini kami akan contohkan beberapa hal yang termasuk ngalap berkah yang keliru.

Pertama: Tabarruk dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam setelah beliau wafat.

Di antara yang terlarang adalah tabaruk dengan kubur beliau. Bentuknya adalah seperti meminta doa dan syafaat dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di sisi kubur beliau. Semisal seseorang mengatakan, "Wahai Rasul, ampunilah aku" atau "Wahai rasul, berdoalah kepada Allah agar mengampuniku dan menunjuki jalan yang lurus". Perbuatan semacam ini bahkan termasuk kesyirikan karena di dalamnya terdapat bentuk permintaan yang hanya Allah saja yang bisa mengabulkannya.

Juga yang termasuk keliru adalah mendatangi kubur Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas mengambil berkah dari kuburnya dengan mencium atau mengusap-usap kubur tersebut. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

"Para ulama kaum muslimin sepakat bahwa barangsiapa yang menziarahi kubur Nabi shallallahu alaihi wa sallam atau menziarahi kubur para nabi dan orang sholih lainnya, termasuk juga kubur para sahabat dan ahlul bait, ia tidak dianjurkan sama sekali untuk mengusap-usap atau mencium kubur tersebut." Imam Al Ghozali mengatakan, "Mengusap-usap dan mencium kuburan adalah adat Nashrani dan Yahudi".

[baca lanjutan: Contoh Mencari Berkah yang Keliru: Tabaruk dengan Orang Saleh setelah Wafatnya]

Komentar

 
Embed Widget

x