Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:16 WIB

Dampak Putusan MK terhadap Umat Islam

Oleh : - | Senin, 13 November 2017 | 05:00 WIB
Dampak Putusan MK terhadap Umat Islam
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

PASCA Mahkamah Konstitusi (MK) membuat putusan bahwa penghayat kepercayaan dapat dimasukkan pada kolom agama di KTP tentu menuai polemik di kalangan intelektual maupun masyarakat awam.

Sebagai Negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, tentu menjadi tanda tanya besar terkait definisi dari penghayat kepercayaan tersebut. Jangan sampai celah ini digunakan golongan tertentu untuk melunturkan paham keagamaan yang sudah diakui selama ini baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Pertama, jika ditilik dari segi kuantitas tentu jumlah penganut agama Islam dan Hindu dapat berkurang, kenapa? Karena selama ini para penghayat kepercayaan tersebut banyak yang memutuskan untuk memeluk agama yang diakui negara demi memudahkan mereka memperoleh fasilitas seperti pengurusan administrasi surat nikah, akta kelahiran, layanan pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Kedua, segi kualitas juga bisa mendapatkan efek negatif, bagaimana bisa? Karena bisa jadi muncul paham-paham agama atau paham lain yang selama ini dilarang lalu berkedok dibalik istilah penghayat kepercayaan. Siapa yang bisa menjamin bahwa bisa jadi paham seperti sekularisme, pluralisme, liberalisme, komunisme bahkan atheisme akan menjadi penyusup yang tak terdeteksi dengan ditulis sebagai aliran kepercayaan.

Sebagai umat Islam, langkah preventif yang bisa kita lakukan diantaranya:

1. Membentengi diri sendiri dan keluarga dengan akidah Islam yang murni
2. Menimba ilmu Islam dengan lebih menyeluruh dan mengajarkannya pada keluarga
3. Menjadikan hal ini sebagai ladang dakwah kita agar mereka para penghayat kepercayaan yang selama ini menggunakan identitas Islam dapat tetap menjadi umat Islam seutuhnya

Semoga kementrian terkait dapat bertanggungjawab dan konsekuen terhadap putusan MK ini dengan melakukan pendataan secara benar tentang berbagai golongan penghayat kepercayaan agar tidak tersusupi agama dan paham lainnya yang terlarang. Selain itu, hal yang harus kita pahami dan maklumi sebagai umat Islam ialah bahwa putusan MK diambil berdasarkan kajian hukum dan konstitusi yang berlaku di NKRI dan bukan berdasarkan kajian berbasis akidah, syariah atau hukum agama. [DOS]

Komentar

 
Embed Widget

x