Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:12 WIB

2 Orang yang Diharamkan Berfatwa (bagian 1)

Oleh : - | Minggu, 5 November 2017 | 09:00 WIB
2 Orang yang Diharamkan Berfatwa (bagian 1)
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

MESKI memberi jawaban syariyah atas pertanyaan orang-orang itu hukumnya wajib dan mendapatkan pahala yang besar, sementara menyembunyikan ilmu itu hukumnya dosa, bukan berarti setiap orang boleh memberikan jawaban seenaknya. Maka pada dasarnya, tidak semua orang wajib menjawab pertanyaan, tidak setiap muslim berhak menjadi mufti. Orang yang tidak punya kapasitas ilmu yang memadai, justru diharamkan berfatwa. Sebab fatwanya bukan menjadi petunjuk agama, sebaliknya malah bisa jadi menyesatkan manusia.

Dalam kenyataannya, pemberian fatwa yang diharamkan ada beberapa jenis:

1. Sengaja Berniat Merusak Agama

Ada orang-orang yang secara sengaja berniat untuk merusak agama Islam, lewat fatwa-fatwa yang menyesatkan serta menjauhkan orang dari agama. Di masa lalu fatwa yang haram ini misalnya fatwa-fatwa sesat yang disuntikkan oleh orang-orang zindiq, yang memang niatnya semata-mata ingin merusak agama. Termasuk fatwa sesat yang dikeluarkan kalangan Mutzilah yang berpaham bahwa dosa besar yang dilakukan seseorang langsung berakibat pada gugurnya status keislamamnya.

Di masa sekarang, contoh yang mudah adalah fatwa-fatwa yang diluncurkan oleh kalangan aktifis Islam Liberal, yang berfatwa bahwa semua agama sama. Lewat agama manapun, dalam pandangan sesat kelompok ini, tiap orang akan mendapatkan ridha dari Allah dan akan masuk ke dalam surga yang sama. Maka nanti di surga, para pendeta, bikshu, rahib dan ulama akan bersama-sama menempati surga yang satu. Orang-orang seperti ini, memang niatnya ingin merusak, atau seperti yang diistilahkan di dalam Al-Quran, mereka ingin meredupkan bahkan memadamkan cahaya Allah lewat fatwa-fatwa sesat mereka.

"Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." (QS. At-Taubah : 32)

Namun Allah tetap akan membela agamanya dari fatwa-fatwa sesat orang-orang yang hatinya kotor penuh dengan debu kekafiran. Namun kalau mereka beragama Islam, mari sama-sama kita doakan agar Allah Ta'ala melapangkan hati mereka dengan cahaya-Nya yang tidak pernah padam. Dan alangkah banyaknya mereka yang dulu sempat ikut paham liberal, kini sudah kembali ke jalan yang benar karena hidayah Allah. Apabila Allah sudah memberi hidayah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya.

[baca lanjutan: 2 Orang yang Diharamkan Berfatwa (bagian 2)]

Komentar

 
Embed Widget

x