Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:05 WIB

Kejujuran Membawa Nikmat

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Rabu, 1 November 2017 | 01:02 WIB
Kejujuran Membawa Nikmat
(Foto: smstauhiid)
facebook twitter

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Baik, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba yang istiqomah di jalan-Nya Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw bersabda, "Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Saudaraku, orang yang sukses sejati pasti dia meraih kesuksesannya dengan kejujuran. Kejujuran itu menenangkan hati dan mendatangkan kenikmatan pada pelakunya. Bahkan meski tidak ada secuil dari kemewahan dunia ini yang ia dapatkan, namun ia istiqomah dalam kejujuran, maka niscaya ia hidup dalam kenikmatan.

Seorang koruptor meski sangat besar uang yang ia dapatkan dari perbuatan kotornya, namun ia tidak mendapat ketenangan. Sebagian uangnya ia belikan rumah mewah tidak atas nama dirinya melainkan atas nama orang lain. Mengapa? Karena ia takut terjerat hukum. Sebagian lagi dari uangnya ia belikan tanah yang luas, namun tidak pernah ia kunjungi. Mengapa? Karena takut ketahuan oleh orang lain. Begitu seterusnya, orang yang tidak jujur tidak bisa menikmati hidupnya meskipun ia memiliki banyak kemewahan dunia.

Kejujuran itu disukai oleh siapapun. Misal, kita belanja ke sebuah toko yang pedagangnya seorang muslim tapi tidak jujur. Kemudian, kita juga belanja ke toko yang pedagangnya seorang non-muslim tapi jujur. Secara manusiawi kita akan menyukai berbelanja ke toko yang kedua.

Sebenarnya kita sangat ingin berbelanja ke toko yang pertama karena akidahnya, akan tetapi orang Islam jika tidak memiliki kejujuran maka ia tidak memiliki keimanan. Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki keimanan kuat kepada Allah Swt.

Orang yang jujur itu akan mujur. Orang yang mujur akan makmur. Orang yang tidak jujur akan babak belur lalu hancur.

Saudaraku, kita jujur bukan agar disukai orang lain, bukan agar dikagumi atasan, bukan untuk mendapat keuntungan sesaat. Kita jujur adalah karena mentaati Allah Swt, karena yakin Allah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Semoga kia termasuk orang-orang yang jujur.Aamiin yaa Robbalaalamiin. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x