Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:12 WIB

Haid Sesaat Setelah Jimak, Bagaimana Mandinya?

Oleh : - | Rabu, 1 November 2017 | 14:00 WIB
Haid Sesaat Setelah Jimak, Bagaimana Mandinya?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

JIKA ada seorang wanita hubungan intim dengan suaminya (berarti dalam keadaan junub), lalu belum sempat mandi junub, lantas datang haidh, apakah mandi junubnya ditunda sampai haidhnya selesai ataukah langsung mandi untuk tujuan mandi junub?

Tetap ketika itu ia diperintahkan mandi junub, walau masih tersisa haidhnya. Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dalam Al-Mughni (1: 134) menyatakan, "Jika wanita tersebut mandi junub di masa haidhnya, mandinya sah dan hilanglah keadaan junub pada dirinya. Demikianlah pendapat dari Imam Ahmad. Beliau menyatakan, junubnya hilang. Namun haidhnya hilang kalau darahnya sudah berhenti. Imam Ahmad berkata bahwa tidak ada ulama yang melarang untuk mandi junub kecuali Atha. Namun ada riwayat dari Atha yang memerintahkan untuk mandi junub."

Tata cara mandi junub tadi sama seperti tata cara mandi wajib lainnya. Mandi tersebut diawali dengan wudhu, lalu mengguyur kepala dengan air dan dilanjutkan dengan menyiram anggota tubuh lainnya. Kesimpulannya, wanita yang sehabis hubungan intim lalu haidh, maka ia diperintahkan mandi junub lebih dahulu. Nantinya kalau suci dari haidh, barulah mandi haidh lagi.

Wallahu alam bish-shawwab. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. [Referensi: Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab no. 91793 (https://islamqa.info/ar/91793)]

Komentar

 
Embed Widget

x