Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:14 WIB

Mandi Junub dengan Air Dingin atau Air Hangat?

Oleh : - | Rabu, 1 November 2017 | 13:00 WIB
Mandi Junub dengan Air Dingin atau Air Hangat?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

BOLEHKAH mandi junub dengan menggunakan air hangat atau air panas? Misalnya, ada yang hubungan intim di malam hari lantas ia menunda mandinya hingga shubuh, bolehkah menggunakan air hangat atau air panas karena keadaan saat itu dingin?

Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, Al-Lajnah Ad-Daimah pernah ditanya, "Jenis air yang bagaimana yang digunakan untuk mandi junub? Apakah harus dengan air dingin atau boleh dengan air panas? Bagaimana jika tidak mampu menggunakan air dingin?"

Jawab ulama Al-Lajnah Ad-Daimah: Boleh saja bagi muslim menggunakan air panas atau air dingin sesuai yang ia anggap maslahat untuk dirinya. Dalam masalah ini begitu longgar untuk memilih. Ingatlah, Islam adalah agama yang memberi kemudahan. Sebagaimana Allah Taala berfirman, "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185)

Wa billah at-taufiq. (Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah di masa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, soal kesepuluh dari fatwa no. 5612). Kesimpulannya, boleh menggunakan air panas atau air hangat untuk mandi junub. Jadi, kalau sudah berbuat di malam hari, hendaklah bertanggung jawab di Shubuh hari dengan tetap wajib mandi junub. Semoga bermanfaat. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x