Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:12 WIB

Niat Wudu, Syarat Diterimanya Amalan

Oleh : - | Kamis, 26 Oktober 2017 | 12:00 WIB
Niat Wudu, Syarat Diterimanya Amalan
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

SYAIKH Abdurrahman bin Nashir As-Sadi rahimahullah berkata: "Ketika memulai berwudhu hendaklah berniat untuk menghilangkan hadats atau berniat berwudhu untuk shalat atau semisal itu. Niat adalah syarat diterimanya amalan, termasuk syarat diterimanya thaharah dan selainnya. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907] Lalu mengucapkan bismillah."

Apa itu wudhu? Kenapa mesti berwudhu? Wudhu adalah membasuh dan mengusap anggota tertentu disertai niat. Wudhu dilakukan untuk menghilangkan hadats atau untuk shalat atau sebab lainnya seperti menyentuh mushaf Al-Quran dan ingin melakukan thawaf.

Niat secara bahasa berarti al-qashdu (keinginan). Sedangkan niat secara istilah syari, yang dimaksud adalah berazam (bertekad) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, "Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama." (Majmuah Al-Fatawa, 18:262)

Niat ada dua macam: (1) niat pada siapakah ditujukan amalan tersebut (al-mamul lahu), (2) niat amalan. Niat jenis pertama adalah niat yang ditujukan untuk mengharap wajah Allah dan kehidupan akhirat. Inilah yang dimaksud dengan niat yang ikhlas. Sedangkan niat amalan itu ada dua fungsi: (1) untuk membedakan manakah adat (kebiasaan), manakah ibadah, (2) untuk membedakan satu ibadah dan ibadah lainnya.

[baca lanjutan: Tak Ada Wudu bagi yang Tak Baca Bismillah?]

Komentar

 
Embed Widget

x