Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:14 WIB

Nikmat dalam Ibadah

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 19 Oktober 2017 | 00:57 WIB
Nikmat dalam Ibadah
(Foto: smstauhiid)
facebook twitter

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt, Dzat Yang Maha Mendengar setiap bisikan yang tersembunyi di dalam hati, Dzat Yang Maha Mengetahui setiap rahasia yang tak diketahui makhluk. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Syaikh Ibnu Athoillah, semoga Allah meridhoinya, menerangkan,"Siapa yang dapat merasakan buah dari amal ibadahnya di dunia ini, maka itu dapat dijadikan tanda diterimanya amal oleh Allah Swt."

Saudaraku, yang terpenting dari suatu amal adalah diterima oleh Allah Swt. Kita sholat, dan yang terpenting dari sholat kita ini adalah Allah Swt menerimanya sebagai amal ibadah. Kita sedekah, yang terpenting dari sedekah kita adalah Allah menerimanya sebagai amal ibadah kita.

Sungguh, sehebat apapun amal, jikalau Allah tidak menerimanya, maka amal itu sia-sia. Dan syarat agar amal kita diterima oleh Allah Swt. adalah yangpertama,niatnya harus ikhlas. Tidak boleh badan menghadap Allah, tapi hati menghadap kepada selain Allah. Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."(QS. Al Kahfi [18]: 110)

Dan syarat yangkedua,amalnya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw (ittiba). Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda,"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak."(HR. Muslim)

Salah satu ciri orang yang amalnya lurus karena Allah dan caranya benar sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw adalah dia diberikan rasa nikmat ketika melakukan amal tersebut. Orang yang sholat dengan niat yang lurus dan cara yang benar, maka akan dikaruniai rasa nikmat di dalam hatinya oleh Allah manakala ia menunaikan sholatnya itu.

Kalau seseorang sedang sholat, kemudian di dalam hatinya tidak ada rasa nikmat, pikirannya berlompatan ke mana-mana, hatinya gersang, Allah tidak hadir di dalam hatinya, berarti dia ada masalah dengan sholatnya, ada masalah dengan niatnya dan caranya menunaikan sholat.

Demikian juga dengan sedekah. Orang yang nikmat ketika bersedekah, dan merasa sangat puas dengan hanya Allah yang tahu, maka itu adalah ciri sedekah yang bagus. Tapi, ketika bersedakah ada rasa berat di dalam hati dan ditambah rasa ingin diketahui oleh orang lain, maka kemungkinan besar itu menjadi tanda amal kita tidak diterima.

Maka, semakin nikmat dalam beramal, puas hanya Allah yang tahu, itu adalah karunia yang besar. Contoh lainnya adalah doa. Apa ciri doa seseorang yang akan diijabah? Yaitu dia menikmati doa tersebut, ia merasakan doa itu meluncur tidak hanya dari lisannya saja tapi juga dari hatinya. Ia merasakan Allah sangat dekat dan mendengar doanya. Ia pun khusyu, yakin dan mantap dalam doa yang ia panjatkan kepada Allah Swt. Semakin nikmat ia dalam berdoa, semakin besar kemungkinan doa itu akan diijabah oleh Allah Swt.In syaa Allah.

Saudaraku, kenikmatan dalam beribadah tiada lain adalah karunia dari Allah Swt. Semoga Allah senantiasa melimpahkan petunjuk kepada kita, sehingga kita senantiasa bisa merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah Swt.Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x