Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:13 WIB

Golongan Ingkarsunnah, Apa Artinya?

Oleh : - | Selasa, 17 Oktober 2017 | 18:00 WIB
Golongan Ingkarsunnah, Apa Artinya?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

TIDAK semua buku yang tidak mencantumkan hadits boleh divonis sebagai ingkarussunnah. Tidak mencantumkan hadits dalam suatu tulisan, mungkin ada banyak motivasinya. Misalnya, dalil Al-Quran sudah cukup kuat dan lengkap sebagai dalil. Atau penulisnya ragu mencantumkan hadits tertentu karena tidak tahu tingkat keshahihannya. Daripada ragu, mungkin tidak dicantumkan sekalian.

Untuk memastikan suatu buku adalah buku ingkarussunnah, harus ada jelas statemen yang menghujat sunnah nabawiyah. Misalnya, tuduhan bahwa semua hadits tidak ada yang bisa dipastikan keshahihannya, atau semua hadits pasti palsu. Atau tuduhan bahwa hadits baru ditulis 300 tahun setelah nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat, sehingga sangat mungkin terjadi bias dan pemalsuan.

Atau tuduhan bahwa hadits-hadits Bukhari tidak semua shahih, karena Bukhari dianggap manusia biasa. Atau karena hadits koleksi beliau dianggap banyak yang bertentangan dengan akal. Atau tuduhan bahwa para shahabat nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah para pendosa yang haus darah, pendendam, serta kemaruk atas kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

Dan masih banyak lagi modus yang biasa digunakan oleh para orientalis dalam rangka menyuntikkan racun keraguan di hati umat Islam. Intinya, dengan semangat mengingkari kebenaran hadits, musuh-musuh Islam itu ingin meruntuhkan bangunan Islam dari dalam. Kalau umat Islam sudah tidak percaya lagi dengan hadits, maka 99/100 bagian dari agama ini sudah hancur berantakan. Bukan dihancurkan oleh musuh, tetapi oleh tangan umat Islam sendiri, yang telah jadi budak musuh. Wallahu a'lam bishshawab. [Ahmad Sarwat, Lc]

Komentar

 
Embed Widget

x